Text
BALLA’ LOMPOA TELAAH ARSITEKTUR DAN NILAI BUDAYA
Signifikansi abadi Balla’ Lompoa sebagai titik fokus untuk kegiatan adat dan budaya, lambang kekuatan, otonomi dan kesatuan masyarakat di masa lalu, tetap terpelihara dengan teguh di masa sekarang dan akan terus melakukannya di masa mencatang. Ciri-ciri khas rumah adat, yang dicirikan oleh interaksi sosial, norma dan hukum, kontinuitas temporal, dan identitas, membentuk konsep dasar yang mematuhi prinsip dasar masyarakat, komunitas, adat istiadat, dan keistimewaan tradisional bangunan. Rumah adat berfungsi sebagai gudang artefak leluhur yang dihargai yang sangat diperlukan untuk pelaksanaan upacara adat di seluruh berbagai tahap kehidupan individu, mulai dari lahir hingga dewasa, pernikahan, kematian serta menduduki jabatan atau peran sosial tertentu. Balla’ Lompoa merupakan manifestasi dari kearifan dan budaya lokal yang masih dilestarikan hingga sekarang. Buku ini menampilkan pembahasan mengenai arsitektur Balla’ Lompoa suku Makassar di Sulawesi Selatan. Ada empat Balla’ Lompoa yang dibahas disin, meliputi Balla’ Lompoa Ri Bajeng – Limbung di Kabupaten Gowa. Balla’ Lompoa Bulutana dan Balla’ Lompoa Jambua yang masih berada dalam satu kawasan di Malino di Kabupaten Gowa. Dan Balla’ Lompoa Ri Galesong di Kabupaten Takalar. Pembahasan masing-masing Balla’ Lompoa tersebut melingkupi sejarah, tata letak, elemen struktur, dan ragam hias yang dilengkapi dengan dokumentasi, sketsa, ilustrasi, hasil wawancara dari narasumber, serta keunikan dari masing-masing Balla’ Lompoa tersebut.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain