Text
MUTIARA ISEN MULANG MEMAHAMI BUMI & MANUSIA PALANGKA RAYA
Dalam konsep kehidupan spiritual, Manusia Dayak dan Bumi Borneo ibaratkan roh dan raga. Jika Manusia Dayak adalah Roh, maka Bumi Borneo adalah raga. Ikatan ini terlihat dari berbagai kisah, falsafah hidup dan kearifan lokal Bangsa Dayak yang tidak terlepas dari ikatan emosi mereka dengan alam sekitar. Wujud dari emosi ini adalah substansi hukum adat, dimana setiap pemenuhan hukum adat bukan saja untuk mengharmoniskan kehidupan antar manusia, namun untuk memberikan kehidupan kepada setiap unsur lingkungan yang menyatu dengan manusia. Di Kota Palangka Raya, bahasa pengantar adalah bahasa Dayak Ngaju. Bahasa ini dimengerti hampir oleh semua penutur sub bahasa Dayak yang ada di Kalimantan Tengah, khususnya yang menetap di Palangka Raya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain