Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of REYOG PONOROGO
Penanda Bagikan

Text

REYOG PONOROGO

SUYAMI - Nama Orang; YUSTINA HASTRINI NURWANTI - Nama Orang;

Reyog Ponorogo merupakan suatu kesenian yang sudah ada sejak zaman Majapahit yang diciptakan oleh Demang Suryangalam. Demang Suryangalam awalnya adalah pujangga muda kerajaan atau Pujangga Anom yang berusaha mengingatkan Prabu Brawijaya V untuk menegakkan kewibawaannya dengan tidak terlalu mengikuti kemauan sang istri. Namun tindakan tersebut membuat Sang Raja tidak berkenan dan malah mengusir Demang Suryangalam keluar dari istana. Demang Suryangalam sangat kecewa dengan sikap Sang Raja. Akhirnya, ia meninggalkan Kerajaan Majapahit dan menyepi di dalam hutan dekat perkampungan Surukubeng. Dari sinilah kesenian reyog diciptakan yang dimaksudkan untuk menyindir kehidupan politik yang terjadi di Kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Prabu Brawijaya V yang bertahta pada tahun 1468-1478 M. Alat musik pengiring pertunjukan reyog ini terdiri dari 1 kendang, 1 ketipung, 1 terompet, 1 kempul, 1 kethuk, 1 kenong, dan 4 angklung. Reyog Ponorogo juga ditampilkan sebagai seni hiburan rakyat dengan di-obyog-kan sehingga disebut Reyog Obyog yang berupa iring-iringan iring-iringan yang melakukan atraksi pada titik-titik tertentu, misalnya di perempatan jalan, halaman rumah pejabat atau perangkat desa, lapangan, atau di tempat orang berhajat. Pemain dalam Reyog Obyog hanya dhadak merak, pujangganong, dan penari jathil tanpa kuda kepang dan Prabu Klana Sewandana. Kalau di kehidupan pesantren, kesenian ini disebut Reyog Santri, yang penari jathil menggenakan jilbab, dan pemain pria tidak bertelanjang dada.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
RKE - 793.3 (790-799) SUY R
Penerbit
D.I. YOGYAKARTA : Balai Pelestarian Nilai Budaya D.I. Yogyakarta., 2021
Deskripsi Fisik
25hlm ; 33cm x 21cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-7654-17-9
Klasifikasi
RKE - 793.3 (790-799)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?