Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of TOPENG LENGGER
Penanda Bagikan

Text

TOPENG LENGGER

Th. ESTI WURYANSARI - Nama Orang; TH. ANI LARASATI - Nama Orang;

Tari Topeng Lengger adalah kesenian tradisional dari wonosobo yang menampilkan penari lengger dan penari topeng. Mereka menari secara berpasangan. Penari topeng dalam gerakannya harus menyesuaikan dengan kostum dan topeng yang diperankan. Dalam Tari Topeng Lengger Wonosobo, ada empat karakter topeng yaitu alusan, gagahan, gecul, dan kasar. Masing-masing karakter topeng memiliki ciri topeng yang beraneka ragam, mulai dari bentuk mata, hidung, mulut, dan sebagainya. Warna yang digunakan dalam pembuatan topeng ini diantaranya putih, kuning, merah, hijau telur, hijau tua, hitam, oranye, biru muda, dan coklat. Untuk acara ritual seperti Sandranan Giyanti dan ritual lainnya, pementasan Tari Topeng Lengger diawali dengan gendhing Babadaono, Tari Topeng Sulasih, Kinayakan, Bribil, Sontoloyo, Menyan Putih, Kebo Giro, baru dilanjutkan dengan tari topeng lainnya. Pertunjukan tari Topeng ini, kini ditampilkan menyesuaikan durasi waktu dan kebutuhan pementasan. Gerakan dalam Tari Lengger didominasi oleh gerakan pinggul, sehingga terlihat lincah, lucu, dan dinamis. Gerakannya antara lain maju beksan, beksan, dan mundur beksan. Kostum yang digunakan diantaranya jamang bulu, sumping, baju rompi, slepe, sampur, kain jarik untuk wanita dan untuk pria diantaranya iket Kepala, topeng, baju polos, sabuk kamus, celana selutut, dan kain jarik. Tari Lengger Wonosobo awalnya diiringi dengan peralatan music sederhana seperti bundengan, gong tiup, angklung, bende, keprak, dan sebagainya. Seiring dengan perkembangan waktu kesenian ini diiringi dengan gamelan dengan laras perog dan slendro. Musik pengiring tersebut terdiri dari bonang barung, bonang penerus, demung, saron, peking, kethuk, kempul, dan kendang batangan. Fungsi tarian ini adalah untuk mengingatkan seorang anak pada kebesaran Tuhan. Dulu tarian ini digunakan untuk media penyebaran agama Islam. Selain itu tarian lengger juga untuk menunjukkan keindahan dari penari wanita.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
RKE - 793.3 (790-799) EST T
Penerbit
D.I. YOGYAKARTA : BALAI PELESTARIAN NILAI BUDAYA D.I YOG YAKARTA., 2021
Deskripsi Fisik
26hlm; 30cm x 21cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-7654-22-3
Klasifikasi
RKE - 793.3 (790-799)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?