Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of BULETIN HABA NO. 100 / 2021
Penanda Bagikan

Text

BULETIN HABA NO. 100 / 2021

TIM PENYUSUN - Nama Orang;

Diambil dari Bahasa Sansekerta, wastra secara etimologi berarti sehelai kain. Namun lebih dari itu, wastra memiliki arti karena setiap corak yang tergambar memiliki makna tersendiri sebagai representasi falsafah dan simbol kebudayaan dan tradisi. Songket, batik, dan ulos adalah sedikit dari begitu banyak wastra yang ada di Indonesia, masing-masing dengan maknanya sendiri. Simbol dan makna, proses pembuatan hingga tradisi yang menyertainya, membuat kajian wastra menjadi sangat menarik sehingga pada Buletin Haba Edisi No. 100 tahun 2021 mencoba menyoroti keragaman wastra yang ada di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara dengan tema “Wastra di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara”. Artikel yang dimuat dalam Bulletin Haba kali ini terdiri info budaya, wacana, dan cerita rakyat yang meliputi delapan tulisan. Adapun delapan artikel tersebut meliputi : Info Budaya berjudul Lasara di Nias. Wacana meliputi (1) Tenun Ulos : Identitas Budaya Etnis Batak oleh Harvina; (2) Komparasi Historis Motif Pakaian Tradisional Kerawang Gayo Dengan Koylek Kazakh oleh Nanda Winar Sagita; (3) Sejarah Kain Tenun Aceh oleh Nurmila Khaira; (4) Senja Kala Wastra Aceh di Masa Kolonial Belanda : Kisah Awal Memudarnya Kain Tradisional Aceh oleh Hasbullah; (5) Mengenal Baru : Wastra Unik Dari Pulau Nias oleh Dharma Kelana Putra, Wahyu Wiji Astuti, Martiman Su’aizisiwa Sarumaha, Rebecca Evelyn Laiya; (6) “I Love Songket Aceh” : Komunitas Pelestari Sngket Aceh oleh Agung Suryo Setyantoro. Dan pada bagian akhir dari buku ini terdapat cerita rakyat yang berjudul Si Tulot. Cerita rakyat berjudul Si Tulot ini merupakan kisah yang diangkat dari seorang miskin yang bertemu dengan jelmaan ular sungai, sebuah kisah yang mengajarkan mahalnya harga kesabaran, kepercayaan dan ketulusan serta sebaliknya, bagaimana akhir dari rasa iri-dengki. Cerita ini selain memberi contoh untuk selalu berhati-hati saat bermain di sungai, sekaligus mentransformasi pesan moril kepada pembaca atau pendengarnya.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
BUL - 002.02 (000-009) TIM B
Penerbit
BANDA ACEH : BALAI PELESTARIAN NILAI BUDAYA PROVINSI ACEH., 2021
Deskripsi Fisik
49hlm; 18cm x 24,5cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
1410-3877
Klasifikasi
BUL - 002.02 (000-009)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
JULI - SEPTEMBER 2021
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
KEPALA BALAI PELESTARIAN NILAI BUDAYA PROVINSI ACEH
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?