Text
BULETIN HABA NO. 95/2021
Kota merupakan salah satu entitas budaya yang tidak bisa dilepaskan dari interaksi antar manusia didalamnya. Dengan berbagai permasalahannya, kota menarik untuk dikaji. Bulletin Haba No 95 tahun 2021 ini mengangkat tema “Perkotaan dalam Perspektif Sejarah dan Budaya di Aceh dan Sumatera Utara”. Artikel yang dimuat dalam Bulletin Haba kali ini terdiri info budaya, wacana, dan cerita rakyat yang meliputi delapan tulisan. Adapun delapan artikel tersebut meliputi : Info Budaya berjudul Ritual Mencendekkan Sapo (Tradisi Mendirikan Rumah Etnis Singkil). Wacana meliputi (1) Medan : Dari Tempuran ke Gemeente oleh Nasrul Hamdani; (2) Sejarah Indische Kerk : Rumah Ibadah Non-Islam di Kota Banda Aceh 1911-1977 oleh Hasbullah; (3) Perkembangan Media Cetak di Banda Aceh Pada Zaman Kolonial Belanda dan Pendudukan Jepang oleh Sudirman; (4) Kota Banda Aceh : Dari Kota Tradisional Menuju Madani oleh Nurmila Khaira; (5) Kota Banda Aceh dan Pedagang Kaki Lima oleh Agung Suryo Setyantoro; (6) Celana Cingkrang : Antara Radikalisme dan Trend Fashion Kaum Pria di perkotaan oleh Habib Firmansyah, Dharma Kelana Putra, Haryanti Harahap; (7) Tinjauan Historis Sabang Sebagai Kota Pelabuhan dan Perdagangan Bebas Pada Akhir Abad XIX Hingga Pertengahan Abad XX oleh Joshua Jolly SC. Dan pada bagian akhir dari bulletin ini terdapat cerita rakyat yang berjudul berru Ni Raja Engket Manuk Gurba Sipitul Takal. Cerita rakyat ini mengisahkan tentang seorang pemuda tampan yang mahir memainkan seruling. Yang hidupnya sebatang kara selalu berkelana dari satu desa ke desa yang lain.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain