Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of MUNCULNYA NASIONALISME ACEH :  DARI LAHIRNYA GAM SAMPAI OPERASI  NANGGALA (1976-1982)
Penanda Bagikan

Text

MUNCULNYA NASIONALISME ACEH : DARI LAHIRNYA GAM SAMPAI OPERASI NANGGALA (1976-1982)

HASBULLAH - Nama Orang;

Munculnya gerakan separatismedi Aceh sejak Teungku Hasan di Tiro memproklamasikan kemerdekaan Aceh pada 3 Desember 1976 telah melahirkan konflik awal di Aceh akibat dari pembangunan pemerintah pusat yang dijalankan oleh pemerintah Orde Baru yang sentralistik dan tidak menampung aspirasi tokoh Aceh yang saat itu menilai pembangunan yang dijalankan Orde Baru tidak memberikan dampak signifikan bagi pembangunan Aceh. Disisi lain, control hegemoni Orde Baru dalam pemilu 1977 sudah mulai dijalankan dan ternyata di Aceh PPP masih mendominasi dan Golkar dipermalukan. Secara marwah Aceh memang beda dengan provinsi lain yang sudah berhasil dikendalikan oleh control politik Orde Baru. Hal ini yang membuat konflik awal antara GAM dan Orde Baru ini menjadi berwarna karena mendapat perhatian lebih dari militer dan pemerintah pusat karena latar belakang sejarah perlawanan Aceh dengan Orde Lama sejak DI/TII Aceh 1953. Secara keamanan, operasi penumpasan GAM pada periode awal ini berhasil membuat Aceh kondusif membuat GAM tercerai berai hingga 1982 dengan hengkangnya tokoh-tokoh GAM ke luar negeri, tetapi efek sosial budayanya kemudian semakin sengkarut dalam periode selanjutnya akibat dari kesalahan penanganan konflik ini yang lebih mengedepankan pendekatan militer dan mengenyampingkan dialog. Akibatnya, justru lebih berbahaya lagi dikemudian hari karena kebijakan yang sangat sentralistik dan militeristik.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SPR - 904.7 (900-909) HAS M
Penerbit
Nanggroe Aceh Darussalam : BPNB ACEH., 2020
Deskripsi Fisik
iii + 26hlm; 15cm x 21,5cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-9457-98-8
Klasifikasi
SPR - 904.7 (900-909)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?