Text
MEMAKNAI SERE PADENDANG PADA MASYARAKAT SOPPENG DI MASA KINI
Sere Padendang pada dasarnya merupakan sebuah ritual penyembahan kepada roh-roh leluhur dan dewa yang dianggap sebagai penguasa dan mampu mempengaruhi kehidupan manusia, khususnya bagi masyarakat Soppeng, baik pada masa dahulu maupun masa sekarang. Pelaksanaan Sere Padendang dilakukan oleh perkeluarga dan dilaksanakan paling lama tiga tahun sekali. Hampir sebagian besar masyarakat Soppeng percaya kekuatan yang dimiliki oleh datu ase, sehingga dianggap mampu mempengaruhi kehidupan manusia. Inti dari Sere Padendang adalah ritual, sehingga dianggap satu kesenian yang sakral, sehingga sebelum diadakan ritual, maka pemain sere padendang tidak boleh melakukan gerakan dan padendang. Gerakan-gerakan dalam tarian ini diiringi dengan musik gendang dan bunyi tumbukan lesung. Tumbukan lesung itulah yang menimbulkan irama sehingga disebut dengan padendang, sedangkan sere adalah gerakan yang diiringi oleh padendang. Gerakan dalam tarian ini diawali dengan gerakan penyembahan kepada Dewi Sri atau datu ase, juga kepada roh-roh leluhur. Setelah gerakan ritual dilakkan, barulah padendang boleh dilakukan dan juga gerakan yang sifatnya menghibur penonton yang ada. Masyarakat begitu yakin bahwa ritual ini bila dilakukan akan mendatangkan kebaikan dalam kehidupan, seperti rezeki terutama kesehatan dan keselamatan dalam keluarga.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain