Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of BENTUK PENYAJIAN DAN PENGEMBANGAN KESENIAN EBEG BANYUMAS, JAWA TENGAH
Penanda Bagikan

Text

BENTUK PENYAJIAN DAN PENGEMBANGAN KESENIAN EBEG BANYUMAS, JAWA TENGAH

SUKARI - Nama Orang; YUSTINA HASTRINI NURWANTI - Nama Orang;

Kesenian Ebeg merupakan merupakan salah satu kesenian tradisional di Banyumas. Nama Ebeg ini dikenal di wilayah Banyumas, sedangkan di daerah lain dikenal dengan nama lain seperti kuda lumping, jathilan, jaran dhor, barongan. Hampir setiap desa yang ada di Banyumas memiliki kesenian Ebeg ini. Kesenian ini dikatakan sebagai seni budaya yang berasal dari Jawa Banyumasan karena didalamnya tidak ada pengaruh dari budaya lain, bahkan dari Agama Hindu dan Budha sekalipun yang termasuk agama pertama masuk. Ebeg tidak menceritakan tokoh atau pengaruh agama tertentu. Lagu-lagu justru banyak menceritakan kehidupan masyarakat tradisional, terkadang berupa pantun dan wejangan. Lagu sepanjang pentas hampir semua menggunakan Bahasa Jawa Banyumasan dengan khas logat ngapak, seperti Sekar Gadung, Eling-Eling, Ricik-Ricik Banyumasan, jarang menggunakan lirik Bahasa Jawa Mataraman. Iringan musiknya adalah Calung Banyumasan atau gamelan Banyumasan. Yang membedakan Ebeg dengan kuda lumping atau jathilan atau jaranan dilihat dari gerakannya. Ebeg Banyumas tariannya kasar, jogetnya asal mengikuti kendang saja, sedangkan jathilan atau jaranan gerakannya halus. Dalam pertunjukan Ebeg selalu dipercaya hadir indhang yang merupakan roh leluhur yang masuk kedalam diri para pemain, sehingga ada unsur kesurupan/wuru/mendem. Kemudian ada yang menyebut kemunculan kesenian Ebeg ini ada hubungannya dengan Pangeran Diponegoro tahun 1825 adanya pergolakan melawan penjajah Belanda, dengan perang gerilya yang melibatkan para prajurit berperang melawan penjajah.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
RKE - 793.4 (790-799) SUK B
Penerbit
D.I. YOGYAKARTA : BPNB D.I. YOGYAKARTA., 2021
Deskripsi Fisik
vi + 126hlm; 15cm x 23cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-7654-13-1
Klasifikasi
RKE - 793.4 (790-799)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?