Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of KUASA KALA :  BAWEAN DALAM LINTAS NARASI
Penanda Bagikan

Text

KUASA KALA : BAWEAN DALAM LINTAS NARASI

ALIFAH - Nama Orang; MUSLIM DIMAS KHOIRU DHONY - Nama Orang; MUHAMMAD TAUFIQ - Nama Orang; M. FAUZI HENDRAWAN - Nama Orang; KHAIRIL ANWAR - Nama Orang; HERY PRISWANTO - Nama Orang; HENY BUDI SETYORINI - Nama Orang; GUSLAN GUMILANG - Nama Orang; ARIF ARDIANTO - Nama Orang; SUTANTO TRIJUNI PUTRO - Nama Orang;

Kesendirian Pulau Bawean, tidak benar-benar sendiri melainkan bagian dari daratan tua Paparan Sunda yang menyatukan Semenanjung Tanah Melayu, Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Termasuk juga didalamnya ada Kepulauan Riau, Bangka-Belitung, Kepulauan Seribu, Karimunjawa, Bawean, dan Kepulauan Madura. Sebagaimana halnya Pulau Muria (di Jepara), Pulau Bawean merupakan sebuah pulau gunung api purba. Secara teoritis tanah di Bawean cukup subur bagi pertanian karena mengandung zat-zat hara. Pulau Bawean merupakan salah satu pulau yang tidak luput dari okupasi para pendatang penutur rumpun Bahasa Austronesia. Penelitian arkeologi di Bawean berhasil menemukan bukti-bukti okupasi penduduk dari masa prasejarah berupa alat-alat batu paleolitik dan neolitik. Kehidupan purba yang mungkin telah ada sebelum kedatangan manusia di Bawean, ditemukan berupa fosil stegodon di daerah perbukitan sisa gunung api purba. Boleh jadi pada masa plestosen bawah sampai plestosen atas yang kira-kira berlangsung pada 50.000 tahun yang lalu. Pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, Bawean termasuk dalam jaringan pelayaran milik pemerintah kolonial Belanda. Ini merupakan indikasi pentingnya posisi Bawean dalam jaringan pelayaran di Hindia Belanda. Bawean merupakan laboratorium sejarah budaya maritim yang cukup penting tidak hanya bagi Kabupaten Gresik. Mengingat pentingnya potensi alam dan budaya, pemerintah Provinsi Jawa Timur diharapkan untuk lebih meningkatkan upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan potensi yang ada di Bawean.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
ARK - 902.930 (900-909) ALI K
Penerbit
D.I YOGYAKARTA : BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA., 2020
Deskripsi Fisik
vi + 166hlm; 17,5cm x 25cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-91488-7-4
Klasifikasi
ARK - 902.930 (900-909)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?