Text
KESADARAN BUDAYA TENTANG TATA RUANG PADA MASYARAKAT DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA : PROSES ADAPTASI
INTEGRASI NASIONAL, SUATU PENDEKATAN BUDAYA DI KALIMANTAN TENGAH
Masyarakat argomulyo secara garis besar membagi wilayahnya menjadi 22 pedukuhan. Sekalipun angka kepadatan masih relatif kecil namun tetap saja akan mempengaruhi kepada pengaturan ruang di lingkungan hidupnya. Sebagian besar rumah yang terdapat di kelurahan ini adalah rumah nonpermanen. Sebagian besar bentuk rumahnya adalah rumah limasan . Dalam penataan ruang tampak adanya pergeseran yang tidak sesuai dengan pedoman dan ada pula yang masih tetap mengikuti pedoman. Setiap pemukiman biasanya disertai dengan berbagai fasilitas lingkungan, yang tata letaknya belum pernah berubah, seperti pekuburan dan mesjid. Tata letak yang demikian masih sesuai dengan konsepsinya. Tata letak rumah berdasarkan strata sosial yang ada di daerah ini sudah mulai bergeser dari konsepsi yang ada, seperti rumah para pamong yang dianggap strata sosialnya tinggi tidak lagi dikitari oleh para anggota masyarakat. Tempat yang dilestarikan karena dikeramatkan penduduk adalah berwujud sendang atau belik.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain