Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of AKPALUMBA JARANG RI BUTTA TURATEA DALAM DIMENSI SEJARAH, ATURAN ADAT, NILAI BUDAYA DAN PERSEPSI MASYARAKAT
Penanda Bagikan

Text

AKPALUMBA JARANG RI BUTTA TURATEA DALAM DIMENSI SEJARAH, ATURAN ADAT, NILAI BUDAYA DAN PERSEPSI MASYARAKAT

NUR ALAM SALEH - Nama Orang; HAJJAH RAODAH - Nama Orang; ABDUL HAFID - Nama Orang; SAHAJUDDIN - Nama Orang;

Akpalumba Jarang di Jeneponto merupakan bagian dari tradisi bertarung dalam artikel luas. Jika ditelusuri sejarah awal keberadaannya, akpalumba jarang berawal dari pertarungan menangkap rusa, dan itu dilakukan oleh banyak kerajaan-kerajaan lokal di Sulawesi Selatan. Kemenangan dalam perlombaan menangkap rusa bukan hanya ditentukan oleh pangerannya atau perwakilan kerajaannya yang ikut berlomba tetapi juga sangat ditentukan oleh peran kudanya. Akpalumba jarang usianya sudah sangat tua arena lahir pada masa kerajaan dan berlangsung secara turun temurun sampai masa kini di Jeneponto. Ini tidak berdiri sendiritetapi melibatkan banyak pihak dan unsur-unsur lainnya sebagai bagian dari tradisi. Di dalam buku ini diawali dengan sejarah perkembangan dan persebaran kuda di dunia sampai ke Indonesia pada umumnya dan Jeneponto pada khususnya. Kemudian menjelaskan tentang kuda pacu di dunia dan persebarannya sampai ke Indonesia untuk mengetahui adanya perbedaan antara kuda pacu dengan domestikasi maupun breeding up lainnya. Aturan adat yang dimaksud dalam akpalumba jarang adalah aturan yang tidak tertulis dan berlangsung dalam kurung waktu yang cukup lama serta lintas generasi yang menyebabkan aturan itu tergerus. Namun yang menarik dari akpalumba jarang di Jeneponto adalah dimensi nilai-nilai budayanya karena tidak mengalami gerusan zaman, bahkan nilai-nilai itu tetap melekat dalam keabadian tradisi.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
PRA - 793.4 (790-799) SAH A
Penerbit
Makassar : PUSTAKA REFLEKSI., 2020
Deskripsi Fisik
xviii+ 156hlm; 15cm x 21cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-5887-08-6
Klasifikasi
PRA - 793.4 (790-799)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?