Text
PERKAMPUNGAN DI PERKOTAAN SEBAGAI WUJUD PROSES ADAPTASI SOSIAL DAERAH JAWA TENGAH
PERKAMPUNGAN DI PERKOTAAN SEBAGAI WUJUD PROSES ADAPTASI SOSIAL DAERAH JAWA TENGAH
Sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan peningkatan status, Kota Semarang mengalami proses perkembangan yang kembar, yaitu perluasan wilayah ke arah luar dan pembenahan fasilitas dalam kota sendiri. Akan tetapi, laju pembenahan fasilitas itu tidak secepat dan semerata laju pertumbuhan penduduk. Akibatnya, di satu pihak muncul kompleks pemukiman yang fasilitasnya makin sempurna, dan di pihak lain muncul pemukiman yang fasilitasnya makin buruk. Penduduk kedua kampung miskin yang diteliti, umumnya bekerja sebagai buruh dan pekerja kasar lainnya di pusat kota. Kemiskinan masyarakat kedua kampung yang bersangkutan membentuk rasa kebersamaan dan kesetiakawanan yang tinggi. Dalam hal agama dan kepercayaan, masyarakat kampung miskin Kota Semarang sedang mengalami masa transisi. Corak keluarga di kampung miskin Kota Semarang, umumnya, adalah keluarga inti, walaupun proporsi keluarga luas di kampung pinggiran kota lebih besar. Di kedua kampung Ayah atau suami adalah pemegang kekuasaan tertinggi dalam dalam keluarga.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain