Text
POLA PEMUKIMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
POLA PEMUKIMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Topografi, sumber daya alam, serta hubungan keruangan sangat berpengaruh terhadap pola pemukiman. Kelurahan Dadapayu yang terletak pada kompleks Pegunungan Sewu yang merupakan pegunungan kapur dengan topografi yang bergelombang dalam pembentukan pemukimannya mencari tempat-tempat yang dekat jalan, sedangkan di Kalurahan Glagah mempunyai lokasi yang lebih menguntungkan terletak pada dataran endapan dan merupakan dataran pantai yang relatif landai yang terbentuk pola pemukiman pedesaan yang memusat dengan bentuk memanjang di tepi pantai. Sebagai akibat keadaan topografi, kondisi jalan, sumber daya alam dan sumber daya manusia, yang kurang menguntungkan maka transportasi di Kalurahan Dadapayu kurang lancar dan seolah-olah kelurahan ini merupakan desa yang terisolir. Sebaliknya untuk kelurahan Glagah dengan kondisi yang lebih menguntungkan mempunyai transportasi yang lancar, sehingga hubungan dengan luar mudah.Sumber daya riil, terutama hubungannya dengan kualitas tanah dan persediaan air, ternyata Kalurahan Dadapayu mempunyai kondisi yang kurang menguntungkan bila dibandingkan dengan Kalurahan Glagah. Tehnologi dan modal yang dimiliki kedua wilayah ini belum mampu meningkatkan pemanfaatan tanah pertanian. Air merupakan masalah di kedua Kalurahan, meskipun masalahnya berlainan. Sumber daya alam di kedua Kalurahan ini belum dapat memberikan dukungan secara optimal pada kehidupan desa. Pembangunan di pedesaan, digerakkan oleh Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa. Kepercayaan-kepercayaan tradisional meskipun sudah tidak begitu kuat masih terdapat di kedua kalurahan ini. Upacara-upacara adat meskipun secara sederhana masih banyak dilakukan. Gotong -royong kecuali dalam mengerjakan sawah masih banyak dilakukan oleh masyarakat setempat.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain