Text
PERANAN NILAI BUDAYA DAERAH DALAM GERAKAN DISIPLIN NASIONAL DI JAWA TENGAH
PERANAN NILAI BUDAYA DAERAH DALAM GERAKAN DISIPLIN NASIONAL DI JAWA TENGAH
Dengan dasar nilai-nilai budaya lokal, nilai-nilai kedisiplinan nasional dapat dipahami, dihayati dan diamalkan dengan mudah di tingkat lokal (daerah) tanpa menemui banyak hambatan. Dalam hubungan tersebut, pada penelitian yang dilakukan ini telah menemukan berbagai fenomena di mana masyarakat masih mematuhi aturan dan kaidah sosial lainnya dalam menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat secara tertib dan teratur baik dalam kekerabatan upacara ritual, maupun kehidupan agama. Di samping itu juga telah ditemukan nilai budaya daerah yang fungsional sebagai pemacu Gerakan Disiplin Nasional. Satu hal yang sangat mendorong pelaksanaan GDN adalah budaya tertib yang sudah ada di kalangan masyarakat. Bahkan tertib sosial merupakan cita-cita tertinggi pada setiap pergaulan dan interaksi sosial di dalam masyarakat. Nilai budaya yang paling menonjol adalah nilai budaya paternalistik, dalam hal ini masyarakat masih memiliki sifat paternalistik yang tinggi. Artinya bahwa masyarakat memiliki kecendrungan untuk meniru apa yang dilakukan oleh para pemimpinnya. Oleh karena itu dalam konteks pelaksanaan GDN ini para pemimpin wajib memberikan teladan yang baik, jika GDN ingin berhasil. Selanjutnya pelaksanaan GDN perlu diiringi dengan mekanisme pelaksanaan dan penegakan hukum yang bersih dan berwibawa dengan tidak membeda-bedakan antara masyarakat biasa dengan penguasa atau pejabat dan antara yang miskin dengan yang kaya. Tanpa dukungan yang demikian ini, kiranya GDN berpeluang besar untuk menemui kegagalan dan itu berarti upaya untuk mencapai tujuan pembangunan nasional lebih dimungkinkan menghadapi kendala.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain