Text
KEBERADAAN PAGUYUBAN-PAGUYUBAN ETNIS DI DAERAH PERANTAUAN DALAM MENUNJANG PERSATUAN DAN KESATUAN (KASUS PAGUYUBAN KELUARGA PUTRA BALI DI YOGYAKARTA)
Paguyuban Keluarga Putra Bali Purantara merupakan paguyuban rantau yang beranggotakan orang-orang Bali yang merantau ke daerah Yogyakarta. Paguyuban ini berdiri tahun 1950, dengan pendirinya Bapak Westra dan Bapak Rajeg. Dari awal berdirinya hingga saat ini "KPB" berpusat di Asrama Saraswati, tepatnya Bale Banjar Saraswati Jalan Mawar 10 Yogyakarta. Sekarang diketuai oleh Gusti Nyoman Kompyang Wartawan.Paguyuban ini sangat berarti bagi anggota-anggotanya karena dapat dijadikan wadah untuk berkumpul, baik untuk mengekspresikan budaya maupun sarana komunikasiantar anggota-anggotanya. Sehingga segala permasalahan baik sosial, budaya, agama atau pun ekonomi dapat dipecahkan secara bersama-sama. Seperti pada paguyuban-paguyuban daerah lainnya, KPB juga menjalin hubungan dengan paguyuban lainnya. KPB dalam kegiatannya secara umum sangat baik. Hal ini didukung oleh sistem nilai yang dianut oleh masyarakat Bali dan masyarakat Jawa yang ada di Yogyakarta, yaitu adanya persamaan dalam melihat hakekat kedudukan manusia dengan sesamanya dan sifat mendambakan keselarasan dan kerukunan. Namun demikian, dalam kehidupan bertetangga antar anggota KPB yang mendiami asrama dengan masyarakat sekitar sering terjadi konflik karena kesalahpahaman atau kecurigaan yang kadang-kadang tidak beralasan. Untuk menanggulangi hal tersebut, dari masing-masing pihak berusaha mencapai jalan kedamaian, mereka berupaya harus selalu rukun dan damai dengan sesama sehingga tercapai suatu integrasi. Secara singkat dapat dikatakan bahwa masyarakat Bali khususnya yang tergabung dalam KPB sudah mempunyai tekad melakukan kegiatan yang bertujuan lebih mempererat hubungan antar kelompok, sehingga yang tinggal hanyapersatuan dan kesatuandi antara suku yang berbeda.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain