Text
SOSIALISASI PADA PERKAMPUNGAN MISKIN DAERAH SULAWESI SELATAN
SOSIALISASI PADA PERKAMPUNGAN YANG MISKIN DI KOTA YOGYAKARTA
Corak kehidupan di pusat kota cenderung bersifat egoistis. Masing-masing anggota masyarakat berusaha sendiri dan lebih mementingkan dirinya sendiri, sehingga hubungan-hubungan sosial terbatas. Keluarga miskin di kedua kampung sampel masih tampak kerukunan dan cinta kasih antara suami istri. Gairah dan cita-cita hidup masih tinggi, bahkan diusahakan menyekolahkan anaknya agar bisa memperoleh pekerjaan yang lebih baik daripada dirinya sendiri. Tingkat pendidikan mereka rendah, baik ayah maupun ibu, sehingga mempengaruhi tingkat pastisipasinya dalam organisasi sosial juga rendah. Penghasilan mereka rendah dibanding kebutuhan hidup sekeluarga, seringkali tidak mempunyai persediaan makan dalam rumah. Demikian pula tingkat keterampilan yang rendah, kecuali mereka mencari rezeki dengan mempertaruhkan tenaga jasmaninya. Perkelahian dan pertengkaran anak yang sering menjadi sumber konflik antara keluarga belum sampai menimbulkan malapetaka di kampung atau tindak kekerasan tanpa batas. Di kalangan responden tidak ada perkawinan saling berganti, oleh karena pengaruh ajaran agama (Islam dan Kristen) ditaati secara bersama oleh keluarga, bahkan menjadi unsur sosialisasi yang penting. Sosialisasi anak dalam keluarga, umumnya lebih banyak terpusat pada peranan ibu.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain