Text
POLA KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA PETANI DAN NELAYAN DI DAERAH RAWA
Desa Kutakrueng yang luasnya sekitar 160 ha itu hanya 4,5 km jaraknya dari ibu kota kecamatan yang terletak di jalan raya Banda Aceh-Medan. Dari jalan raya itu ke Desa Kutakrueng telah ada jalan tanah yang sudah dikeraskan dengan lebar yang cukup untuk dilewati kendaraan roda empat. Walaupun jalan tanah itu melalui sejumlah desa pertanian sawah dan kebun perkarangan, kendaraan roda empat sebagai sarana angkutan umum tetap belum ada. Usaha angkutan umum dengan kendaraan roda empat belum menguntungkan, sepeda dan sepeda motor pribadi atau jalan kaki dianggap memadai untuk keperluan bepergian dan angkutan barang dari dan ke jalan raya Banda Aceh-Medan. Di Kutakrueng penduduk usia kerja adalah yang berumur 13 tahun ke atas. Dalam menghadapi masalah bersama, yaitu kepentingan keluarga dan kepentingan desa, warga masyarakat Kutakrueng masih mengandalkan musyawarah dan kegotongroyongan. Sementara itu, untuk meningkatkan kesejahhteraan bathin, pendidikan agama telah dimulai sejak kecil. Walaupun demikian berbagai adat dan upacara lama masih hidup, tetapi telah diberi corak Islam. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki warga masyarakat Kutakrueng sebagaimana adanya sekarang merupakan hasil pengalihan dari generasi ke generasi. Ternyata tingkat pengetahuan dan teknologi itu belum memungkinkan kegiatan produktif di sawah, dan ladang garam berlangsung sepanjang tahun. Di samping itu budidaya tambak masih menggantungkan diri pada pembibitan alam, sedangkan cara menangkap ikan di laut pun masih bersifattradisional. akibatnya belum ada mata pencaharian tunggal yang memberi penghasilan memadai untuk kebutuhan keluarga. Kegiatan produktif yang dapat dilakukan sepanjang tahun hanyalah tambak dan kebun. Tampaknya terobosan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup penduduk Kutakrueng adalah bantuan dan bimbingan dari pemerintah. Bantuan dan bimbingan itu antara lain adalah pengadaan irigasi, pembibitan budidaya tambak, dan motorisasi perikanan serta penyuluhan tentang keluarga berencana dengan mengikut sertakan tokoh agama.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain