Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of FUNGSI KELUARGA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DI DAERAH RIAU
Penanda Bagikan

Text

FUNGSI KELUARGA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DI DAERAH RIAU

SASMITA - Nama Orang;

FUNGSI KELUARGA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DI DAERAH RIAU
Memasuki era transformasi masyarakat Indonesia menjadi masyarakat industri, maka pengambilalihan ilmu pengetahuan dan teknologi modern merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan, jika kita tidak mau tertinggal dengan negara-negara berkembang lainnya. Pengambil alihan ilmu dan teknologi yang dikuasai oleh nilai-nilai tertentu menimbulkan pergeseran dan bahkan perkembangan sistem nilai, norma-norma sosial dan pandangan hidup tertentu. Pergeseran ini jelas akan timbul karena penerapan ilmu dan teknologi memerlukan penyesuaian sikap dan pola tingkah laku masyarakat yang menggunakan. Untuk menghadapi dampak pengambilalihan tersebut, maka sumber daya manusia Indonesia perlu dipersiapkan. Untuk mempersiapkan tenaga kerja, maka sumber daya manusia (Indonesia) tidak hanya dituntut menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi modern, tetapi juga dituntut memiliki kepribadian yang kuat dengan sikap mental yang sesuai dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi modern serta kesiapan menerapkannya dalam pembangunan, hanya dapat dilakukan bila kita memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Agar tercipta sumber daya manusia yang berkualitas, memerlukan pembinaan secara intensif. Pembinaan tidak saja menjadi tugas lembaga pendidikan formal (sekolah) maupun non formal (masyarakat), tetapi juga lingkungan keluarga. masyarakat Melayu Riau umumnya memiliki sikap mental yang banyak dipengaruhi oleh tradisi dominan dipengaruhi ajaran-ajaran Islam. Untuk mencapai kemajuan, masyarakat tersebut dalam rangka penyesuaian sikap dan tingkah laku, tidak perlu meninggalkan tradisi dan sistem nilai yang selama ini dijunjung tinggi sepanjang tradisi dan sistem nilai tersebut mampu menyesuaikan dengan tuntunan kemajuan zaman.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Riau : DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RIAU., 1996/1997
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
3.2(300-31
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?