Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of KEHIDUPAN MASYARAKAT PUJAKESUMA DI SUMATERA UTARA
Penanda Bagikan

Text

KEHIDUPAN MASYARAKAT PUJAKESUMA DI SUMATERA UTARA

HILDERIA SITANGGANG - Nama Orang; ZURAIDA TANJUNG - Nama Orang;

Kehidupan masyarakat Pujakesuma dibatasi pada pendidikan, agama dan kepercayaan, organisasi sosial, adat istiadat, dan pelapisan sosial. Sebagian besar penduduk Pujakesuma menganut agama Islam dengan fasilitas ibadah yang terdiri dari Mesjid ada 3 buah dan Mushola sekitar 22 buah. Agama yang lain seperti Kristen Protestan, Katholik, Hindu dan Budha. Fasilitas untuk ibadah dari agama ini di daerah Pujakesuma tidak ada, dan kalau mau mengadakan kebaktian harus keluar dari daerah Pujakesuma. Hubungan agama yang satu dengan yang lain adalah baik dan masing-masing bertoleransi. Organisasi sosial di daerah penelitian dikelompokkan pada tiga golongan antara lain organisasi alat peraga kesenian dan organisasi profesi. Pelapisan sosial di daerah penelitian dapat dikelompokkan dengan manusia biasa (masyarakat biasa). Sedangkan yang termasuk masyarakat biasa ini adalah golongan sesepuh dan pemuda. Kemudian masyarakat yang berpendidikan berupa golongan cerdik pandai, ilmuan, dan lain sebagainya. Golongan yang kondisi ekonomi adalah ekonomi kuat dan ekonomi lemah atau dengan kata lain golongan kaya dan golongan miskin. Kehidupan sosial budaya masyarakat Pujakesuma di daerah penelitian khususnya dan kabupaten Deli Serdang umumnya, sudah cukup berkembang sebagaimana yang diharapkan. Di samping itu masyarakat Pujakesuma tidak merasa malu dan segan lagi bila disebut orang Jawa, karena dulu assosiasi masyarakat langsung tertuju pada orang Jawa yang bekerja sebagai kuli kontrak, tetapi sekarang sudah jauh berbeda karena tingkat sosial Pujakesuma sudah cukup tinggi dikalangan masyarakat luar. Kemudian masyarakat Pujakesuma dapat mempertahankan kebudayaan yang berasal dari pulau Jawa, dilestarikan serta dikembangkan di kabupaten Deli Serdang dan daerah penelitian khususnya.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
MAT - 307.77 (300-309) HIL K
Penerbit
DKI JAKARTA : DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN., 1994/1995
Deskripsi Fisik
viii + 88hlm; 15,5cm x 23cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
MAT - 307.77 (300-309)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?