Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PERUBAHAN NILAI HUBUNGAN ANAK DAN ORANG TUA PADA MASYARAKAT PERALIHAN DARI KEBUDAYAAN AGRARIS KEPADA
Penanda Bagikan

Text

PERUBAHAN NILAI HUBUNGAN ANAK DAN ORANG TUA PADA MASYARAKAT PERALIHAN DARI KEBUDAYAAN AGRARIS KEPADA

SRI MIENTOSIH, B.A - Nama Orang;

PERUBAHAN NILAI HUBUNGAN ANAK DAN ORANG TUA PADA MASYARAKAT PERALIHAN DARI KEBUDAYAAN AGRARIS KEPADA KEBUDAYAAN INDUSTRI STUDI KASUS PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT SUNDA DI BANDUNG
Masuknya industri, khususnya industri texstil ke daerah Leuwigajah, mengakibatkan beberapa perubahan dalam mata pencaharian penduduk, baik mata pencaharian pokok ataupun matapencaharian sambilan. Tanggung jawab dalam keluarga luas sebelum hadirnya industri sangat dipengaruhi oleh keluarga inti yang lebih tua, sehingga keluarga inti yang lebih muda tidak begitu memegang peranan. Perubahan pandangan masyarakat terhadap pendidikan serta sikap disiplin dari pabrik yang diterapkan di dalam kehidupan keluarga dan interaksi dengan para pendatang sangat mempengaruhi pembentukan tatanan keluarganya. Akibat adanya industri ada kecendrungan akan terjadi perubahan pola kehidupan keluarga luas menjadi keluarga batih, perubahan pola tingkah laku keluarga inti yang masih muda mengakibatkan perubahan sistem kekeluargaan dari sistem keluarga luas menjadi keluarga batih atau niclear family. Berubahnya sistem kekeluargaan, ditambah dengan lapangan kerja yang berbeda, dan pekerjaan yang baru ini banyak menyita waktu, sehingga intensitas hubungan kekeluargaan menjadi berkurang. Sebelum masuknya industri ke daerah Leuwigajah, para ibu rumah tangga banyak yang tidak bekerja, mereka dalam menunjang ekonomi keluarga tidak secara langsung, artinya hanya membantu kegiatan suami saja, apakah itu dalam, matapencaharian pokok ataupun matapencaharian sambilan. Masuknya industri, merupakan era baru bagi para ibu-ibu rumah tangga, karena mereka dapat menghasilkan uang dan berarti dapat meringankan beban ekonomi keluarga secara langsung. Menghilangnya sistem matapencaharian pertanian di Leuwigajah telah berpengaruh pula pada reproduksi anak. Kini mereka sudah tidak lagi bercita-cita mempunyai anak banyak, karena anak banyak sudah dianggap tidak efektif dan memerlukan biaya besar.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Jawa Barat : DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN., 1995
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
3.2(300-31
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?