Text
JURNAL WACANA NOMOR 36 TAHUN XIX 2017
Jurnal Wacana Nomor 36 Tahun XIX 2017 ini akan mengangkat tema mengenai Idealisasi Desa Di Tengah Krisis Sosial Ekologis. Lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memberi peluang dan harapan baru untuk pembaruan desa. Pembaruan itu pada dasarnya hendak membalik paradigma dari “desa lama” menjad “desa baru”. Perjalanan pelaksanaannya selama tiga tahun terakhir telah menghasilkan sejumlah capaian, tetapi banyak catatan evaluatif yang menunjukkan permasalahnnya ketimbang keberhasilannya. Evaluasi itu berkenaan dengan masalah penerapan undang-undang ini mulai dari sisi pemahaman, regulasi lebih lanjut, prioritas muatan yang diemban didalamnya, serta kapasitas dan koordinasi antarpelaksana dari tingkat pemerintah pusat hingga pemangku kepentingan di level desa. Didalam Jurnal Wacana Nomor 36 Tahun XIX 2017 terdapat beberapa bagian yang meliputi Pengantar, Kajian, Kasus, dan Rehal. Adapun isi dari bagian tersebut meliputi di dalam Pengantar terdapat tulisan dari Ahmad Nashih Luthfi berjudul Idealisasi Desa di Tengah Krisis Sosial Ekologis. Kajian meliputi UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa:Pertarungan Visi dan Wacana dalam Penelitian dan Kebijakan (Ben White); Undang-Undang Desa dan Isu Sumberdaya Alam:Peluang Akses atau Ancaman Eksklusi? (M. Shohibuddin, Eko Cahyono, dan Adi Dzikrulloh Bahri. Pada bagian Kasus terdapat beberapa tulisan, meliputi Pembalikan Krisis Perdesaan: Koperasi Produksi dan Perkebunan Karet Wangunwatie Sebagai Pengorganisasian Ekonomi Politik Rakyat (Didi Novrian); Dinamika Hak Adat dan Desa Adat di Lebak dalam Pelaksanaan Undang-Undang Desa (Nia Ramdhaniaty dan Ratnasari); Mengajak Orang Muda Mengusahakan Transformasi Desa: Sebuah Autoetnografi (Nurhady Sirimorok); Hidup di Desa: Sumber Pemahaman Bagi Ilmuan Sosial (Mysore Narasimhachar Srinivas). Sedangkan di Rehal membahas mengenai Negara dan Sindrom Otak Kiri oleh Hery Santoso.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain