Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of JURNAL WACANA NOMOR 36 TAHUN XIX 2017
Penanda Bagikan

Text

JURNAL WACANA NOMOR 36 TAHUN XIX 2017

TIM PENULIS - Nama Orang;

Jurnal Wacana Nomor 36 Tahun XIX 2017 ini akan mengangkat tema mengenai Idealisasi Desa Di Tengah Krisis Sosial Ekologis. Lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memberi peluang dan harapan baru untuk pembaruan desa. Pembaruan itu pada dasarnya hendak membalik paradigma dari “desa lama” menjad “desa baru”. Perjalanan pelaksanaannya selama tiga tahun terakhir telah menghasilkan sejumlah capaian, tetapi banyak catatan evaluatif yang menunjukkan permasalahnnya ketimbang keberhasilannya. Evaluasi itu berkenaan dengan masalah penerapan undang-undang ini mulai dari sisi pemahaman, regulasi lebih lanjut, prioritas muatan yang diemban didalamnya, serta kapasitas dan koordinasi antarpelaksana dari tingkat pemerintah pusat hingga pemangku kepentingan di level desa. Didalam Jurnal Wacana Nomor 36 Tahun XIX 2017 terdapat beberapa bagian yang meliputi Pengantar, Kajian, Kasus, dan Rehal. Adapun isi dari bagian tersebut meliputi di dalam Pengantar terdapat tulisan dari Ahmad Nashih Luthfi berjudul Idealisasi Desa di Tengah Krisis Sosial Ekologis. Kajian meliputi UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa:Pertarungan Visi dan Wacana dalam Penelitian dan Kebijakan (Ben White); Undang-Undang Desa dan Isu Sumberdaya Alam:Peluang Akses atau Ancaman Eksklusi? (M. Shohibuddin, Eko Cahyono, dan Adi Dzikrulloh Bahri. Pada bagian Kasus terdapat beberapa tulisan, meliputi Pembalikan Krisis Perdesaan: Koperasi Produksi dan Perkebunan Karet Wangunwatie Sebagai Pengorganisasian Ekonomi Politik Rakyat (Didi Novrian); Dinamika Hak Adat dan Desa Adat di Lebak dalam Pelaksanaan Undang-Undang Desa (Nia Ramdhaniaty dan Ratnasari); Mengajak Orang Muda Mengusahakan Transformasi Desa: Sebuah Autoetnografi (Nurhady Sirimorok); Hidup di Desa: Sumber Pemahaman Bagi Ilmuan Sosial (Mysore Narasimhachar Srinivas). Sedangkan di Rehal membahas mengenai Negara dan Sindrom Otak Kiri oleh Hery Santoso.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
JUR - 051 (050-059) TIM J
Penerbit
D.I YOGYAKARTA : INSIST PRESS., 2017
Deskripsi Fisik
211hlm; 16cm x 24cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
2549-8169
Klasifikasi
JUR - 051 (050-059)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?