Text
JURNAL WACANA NO. 29 TAHUN XV 2013
Jurnal Wacana No. 29 Tahun XV 2013 ini akan mengangkat tema mengenai Ekologi Politik Bencana & Perubahan Iklim. Di Indonesia, cuaca ekstrem-salah satu tanda perubahan iklim-sudah menjadi fakta dengan frekuensi yang kian meningkat. Banjir dan kekeringan semakin sering terjadi. Dengan cara masing-masing, ancaman itu mendatangkan efek merusak. Pengungsian akibat bencana seperti banjir dan longsor diperkirakan juga terus membengkak dan beragam penyakit siap melumpuhkan tenaga kerja desa. Desa di Indonesia akan mengalami kehilangan lahan, harta dan jiwa. Melalui pendekatan ekologi, politik, jurnal ini memberikan gmbaran lebih jernih mengenai mengapa resiko bencana terbentuk dan bagaimana menanganinya. Pada satu sisi, jurnal ini menggeledah konteks politik upaya pengurangan resiko bencana dan perubahan iklim. Pada sisi lain, melalui beberapa studi kasus jurnal ini menunjukkan bagaimana para petani, dengan praktek dan pengetahuan mereka dapat berkontribusi dalam mempertahankan ketahanan terhadap berbagai ancaman. Didalam Jurnal Wacana No. 29 Tahun XV 2013 terdapat beberapa bagian yang meliputi Pengantar, Kajian, Kasus, dan Rehal. Adapun isi dari bagian tersebut meliputi di dalam Pengantar terdapat tulisan dari Nurhady Sirimorok berjudul Desa, Bencana, dan Perubahan Iklim Dalam Bingkai Ekologi Politik. Kajian meliputi Menuju Ekologi Politik : Sketsa Kajian Perubahan Iklim dan Kebencanaan di Indonesia (Nurhady Sirimorok). Pada bagian Kasus terdapat beberapa tulisan, meliputi Penelitian Bencana atau Bencana Penelitian? Kritik Atas Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Sulawesi Selatan (Ishak Salim); Budidaya Padi Ladang di Tengah Perubahan : Studi Kasus Dataran TInggi Serampas, Taman Nasional Kerinci Seblat (Hasriadi); Pertanian Skala Kecil versus Dampak Perubahan Iklim : Kasus Desa Tompobulu, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Karno B. Batiran); Ketika Kupu-kupu Kuning Tak Lagi Muncul : Perubahan Iklim dan Pengetahuan Lokal di Dua Desa Pesisir Kabupaten Ende (Ami Priwardhani). Sedangkan di Rehal membahas mengenai Kejayaan Kapital oleh Bosman Batubara.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain