Text
JURNAL WACANA EDISI 22 TAHUN VI 2005
Jurnal Wacana Edisi 22 Tahun VI 2005 ini akan mengangkat tema mengenai Menuju Transportasi Yang Manusiawi. Masalah transportasi seringkali hanya dipandang dan dibahas secara teknis serta ekonomis. Dimensi sosial dan politis dalam transportasi seringkali diabaikan begitu saja. Kegemaran melakukan studi banding dalam hal transportasi menunjukkan bahwa pemerintah kita sungguh tidak memahami dan menghargai sejarah Indonesia. Tidak memahami bahwa moda transportasi massal di Indonesia dibangun di atas dasar eksplitasi kekayaan alam. Hingga kini, pertimbangan dimensi sosial dan politis dunia transortasi selalu dikalahkan oleh manjurnya pertimbangan teknis dan keuntungan ekonomis sesaat. Selain menjadi pendukung kepentingan yang tidak jauh dari kepentingan kolonial, transportasi Indonesia semakin kehilangan sisi kemanusiaannya. Didalam Jurnal Wacana Edisi 22 Tahun VI 2005 terdapat beberapa bagian yang meliputi Pengantar, Kajian, Kasus, dan Rehal. Adapun isi dari bagian tersebut meliputi di dalam Pengantar terdapat tulisan dari Darmaningtyas berjudul Dimensi Politik Dalam Transportasi. Kajian meliputi Menata Sistem Transportasi : Mendekatkan Demokrasi Dengan Rakyat (Purwo Santoso); Bus Rapid Transit (Lloyd Wright); Non-Motorized Transportation : Sejarah dan Fayat Yang Terlupakan (Darmaningtyas); Moda Kereta Api Pantas Dilirik Kembali (Djoko Setijowarno). Pada bagian Kasus terdapat tulisan dari Tulus Abadi yang berjudul Fakta Buruknya Transportasi Publik Di Indonesia. Sedangkan di Rehal membahas mengenai Mengukur Angkong Dari Jalanan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain