Text
SISTEM PENGENDALIAN SOSIAL TRADISIONAL DI DAERAH TIMOR TIMUR
SISTEM PENGENDALIAN SOSIAL TRADISIONAL DI DAERAH TIMOR TIMUR
Desa Babulo merupakan pola pemukiman tradisional yang masih kuat mempertahankan adat istiadatnya. Di Desa Babulo masih terdapat Uma Lukik atau Uma Fukun yang merupakan pusat kegiatan dari sistem budaya masyarakat Timor Timur di Babulo. Desa Babulo, secara historis masih merupakan daerah kekuasaan raja Boaventura yang pada tahun 1910 mengadakan perlawanan terhadap pemerintahan Portugis yang dianggap terlalu menekan rakyat dan bertindak tidak adil. Peperangan ini dikenal dengan perang Manufahi. Penduduk desa Babulo yang berjumlah 3020 orang sebagian besar berbahasa Mambai sebagai bahasa ibu, sedang untuk berhubungan dengan penduduk dari daerah lain biasa mempergunakan bahasa Tetum. Sebagaimana penduduk asli Timor Timur pada umumnya mereka hidup mengelompok yang merupakan satu kekerabatan. Mereka membentuk kekerabatan berdasarkan kepentingannya; ada kekerabatan patrilineal, kekerabatan matrilineal dan kekerabatan parental. Perkawinan antara pemuda dan pemudi pada masyarakat Babulo biasa dengan pembayaran belis atau mas kain. Masyarakat Babulo pada hakekatnya mengenal empat jenis perkawinan, yaitu : Hafoli yaitu perkawinan antara pria dan wanita yang setingkat kekerabatannya, Habanin yaitu suatu perkawinan yang dilaksanakan tetapi dari pihak pria belum membayar belis, Pitusa Umane yaitu suatu perkawinan yang dilaksanakan antara dua keluarga menurut tradisi setempat karena alasan-alasan praktis, Haben yaitu suatu perkawinan antara pria dan wanita yang ditentukan sendiri dan dilaksanakan sendiri atas dasar saling menyukai tanpa harus membayar belis atau syarat-syarat perkawinan yang ditentukan oleh Catuas dan ikatan-ikatan kerabatnya.Mata pencaharian utama penduduk desaBabulo adalah bertani dengan mengerjakan ladang dan sawah yang biasa ditanami jagung, padi, ubi, kacang-kacangan. Sedangkan kebun ditanami; pepaya, pisang,, nenas, mangga, apokat dan tanaman lain seperti kopi dan kayu jati. Selain itu mereka juga beternak sapi, kerbau, kambing, babi, kuda, ayam, itik dan lain-lain. Penduduk desa Babulo juga ada yang bekerja sebagai tukang kayu, tukang batu, pande besi, pengrajin tenun tais.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain