Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of ARTI DAN MAKNA TOKOH PEWAYANGAN RAMAYANA DALAM PEMBENTUKAN DAN PEMBINAAN WATAK (SERI II)
Penanda Bagikan

Text

ARTI DAN MAKNA TOKOH PEWAYANGAN RAMAYANA DALAM PEMBENTUKAN DAN PEMBINAAN WATAK (SERI II)

SUHARDI - Nama Orang;

ARTI DAN MAKNA TOKOH PEWAYANGAN RAMAYANA DALAM PEMBENTUKAN DAN PEMBINAAN WATAK (SERI II)
Wayang, sebagai salah satu puncak kebudayaan Jawa, telah banyak diteliti dan dikaji oleh para sarjana dari berbagai disiplin ilmu, baik oleh sarjana asing maupun oleh sarjana Indonesia sendiri. Akan tetapi, karena kompleksnya jenis karya seni ini, sampai dewasa ini wayang masih tetap merupakan sasaran yang sangat menarik untuk di kaji dan diteliti, dari berbagai sisi atau aspek, termasuk simbol-simbol yang digambarkan dalam kehidupan setiap tokoh pewayangan. Begitu banyak nilai-nilai yang dapat ditemukan dan terkandung dalam dunia pewayangan, khususnya dalam setiap tokoh wayang, sehingga penulis merasa sangat sulit untuk mengungkapkan nilai-nilai yang manakah yang perlu di dahulukan karena syaratnya nilai filosofi dan pendidikan moral yang sebenarnya perlu ditampilkan. Dalam masa kehidupan sekarang ini, orang kadang-kadang sudah mengingkari atau melupakan tentang nilai-nilai luhur yang telah menjadi budaya bangsa kita."Bawa laksana" (satunya kata dengan perbuatan), kejujuran, kesetiakawanan, kasih sayang, dan sifat-sifat satria yang jujur dan pantang menyerah sering kali sudah dianggap tidak penting lagi. Padahal, justru nilai-nilai demikian itulah yang sangat mendasar dan sangat diperlukan bagi manusia Indonesia yang sedang membangun ini. Pembangunan tidak akan berhasil dengan sebaik-baiknya bila manusia-manusia pendukungnya tidak memiliki berbagai nilai moral. Nilai-nilai pengendalian diri, keteguhan iman sangat penting bagi semua anggota masyarakat. terlebih-lebih lagi mereka yang bertugas membuat keputusan atau bagian-bagian yang menyangkut kepentingan orang banyak. Demikian pula, kejujuran, kesetiaan, kasih sayang dan satria, semuanya sungguh sangat indah bila kita bangsa Indonesia dapat memahami dan kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Daerah Khusus Ibukota Jakarta : DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA., 1996/1997
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
1.5(100-19
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?