Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PENGUATAN DAN PELEMAHAN PERSATUAN BANGSA : MEDIA DAN TOKOH DI KALIMANTAN SELATAN (1923 - 1959)
Penanda Bagikan

Text

PENGUATAN DAN PELEMAHAN PERSATUAN BANGSA : MEDIA DAN TOKOH DI KALIMANTAN SELATAN (1923 - 1959)

JUNIAR PURBA - Nama Orang; DANA LISTIANA - Nama Orang; YUSRI DARMADI - Nama Orang;

Dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, P.M. Noor berhasil membagun persatuan dan kesatuan dari misi yang dibangunnya dari semua wilayah di Kalimantan. Dengan demikian, beragam suku dan agama dapat bersaing dalam satu wadah perjuangan yang bernama Pasukan MN 1001. P.M. Noor berhasil membangun kebangsaan pada masa revolusi. Adapun dalam 'Satu Dayak dan Menjadi Indonesia-Dayak: Soeara Pakat terbitan Banjarmasin pada 1940-an' upaya yang dilakukan untuk mewujudkan Persatuan Bangsa, adalah dengan melakukan upaya membangun identitas dan memperkuat diri. Wacana identitas etnik dibangun melalui proses identifikasi diri, mulai dari pendifinisian Dayak; tujuan persatuan; atribut apa saja yang menyertai status bangsa, yaitu bahasa (bahasa persatuan Dayak), wilayah (tanah Dayak), budaya Dayak dan pemimpin Dayak; dan mempertimbangkan-menyelesaikan postifif jika disetujui persatuan bangsa Dayak. Wacana identitas tersebut secara praksis menghasilkan usulan dewn adat serupa Dewa Banjar, pemimpin wilayah administrasi dan usulan pembentukan wilayah khusus berdasarkan etnik Dayak. Begitu pula dalam 'Ibnu Hadjar: Pemikiran dan Kekecewaan dalam Perjuangan' semangat nasionalisme, patriotisme, dan gerakan cinta tanah air, memotivasi semangat untuk berjuang bersama-sama dengan Hasan Basry melalui wadah perjuangan yang disebut ALRI Divisi IV, perjuangan tersebut merupakan dedikasi untuk mengintegrasikan Kalimantan Selatan dan bagian tenggara Kalimantan menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (Azid, 2013 dalam Irwandi, 2019: 22).

Translate :
In Maintaining the Independence, P.M. Noor was succeed in building up the unity in the mission that he built from all areas in Kalimantan. Thus, various tribes and religions can compete in one place of struggle called the MN 1001. P.M. Noor was succeed in building nationhood during the revolution. As written in the chapter 'Satu Dayak dan Menjadi Indonesia-Dayak: Impian Persatuan Bangsa dalam Soeara Pakat Terbitan Banjarmasin pada Tahun 1940-an' ('The Unity of Dayaknese and Becoming Indonesian-Dayaknese: The Dream of National Unity in the Soeara Pakat was Published by Banjarmasin in the 1940s), the effort was made to realize the Unity of the Nation to build identity and strengthen oneself. Ethnic identity discourse was built through a process of self-identification, starting from definition of Dayaknese; the purpose of unity; what attributes accompany the status of the nation, the language (Dayaknese united language), territory (Dayaknese’s land), Dayaknese’ culture and Dayaknese’ leaders; and considered resolving positively if approved by United of Dayaknese. The identity discourse praxis resulted in the proposal of a traditional goddess like Dewa Banjar, the leader of the administrative region and the proposal to establish a special area based on Dayaknese’s ethnic. Likewise, in 'Ibnu Hadjar: Thought and Disillusionment in the Struggle', the spirit of nationalism, patriotism, and the patriotism movement, were motivated the spirit to fight together with Hasan Basry through a organization called ALRI Division IV, the struggle was a dedication to integrate Kalimantan South and southeastern Kalimantan became part of The Unitary State of the Republic of Indonesia (Azid, 2013 in Irwandi, 2019: 22).


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
KSE - 959.8 (950-959) JUN P
Penerbit
Jawa Barat : MEDIA JAYA ABADI., 2019
Deskripsi Fisik
viii + 87hlm; 15,5cm x 23,5cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-7526-15-5
Klasifikasi
KSE - 959.8 (950-959)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • PENGUATAN DAN PELEMAHAN PERSATUAN BANGSA : MEDIA DAN TOKOH DI KALIMANTAN SELATAN (1923-1959)
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?