Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of OKUPASI DOLINA KIDANG HUNIAN PRASEJARAH AKHIR PLESTOSEN – AWAL HOLOSEN KAWASAN KARST BLORA
Penanda Bagikan

Text

OKUPASI DOLINA KIDANG HUNIAN PRASEJARAH AKHIR PLESTOSEN – AWAL HOLOSEN KAWASAN KARST BLORA

INDAH ASIKIN NURANI - Nama Orang; AGUS TRI HASCARYO - Nama Orang; TOETIK KOESBARDIATI - Nama Orang; DELTA BAYU MURTI - Nama Orang; HARI WIBOWO - Nama Orang; FERRY RAHMAN ARIES - Nama Orang;

Dolina Kidang dengan dua gua didalamnya, berdasarkan hasil penelitian melalui ekskavasi menunjukkan pemanfaatan per bagian lahan gua per kelompok, sehingga gua dihuni beberapa kelompok. Selain itu, terdapat setidaknya empat fase hunian. Fase hunian pertama atau teratas merupakan hunian tanpa didukung temuan rangka manusia dan dua fase hunian lainnya didukung dengan temuan rangka manusia dalam hal ini Homo Sapiens. Temunian ini menunjukkan terdapat dua fase hunian, pada dua lapisan budaya. Setelah ketiga fase hunia tersebut, tampak jelas gua tidak dihuni cukup lama yang ditunjukkan adanya lapisan konglomerat alas dan flow stone. Lapisan tersebut merupakan lantai gua pada masa tertentu, yang dibawahnya menunjukkan lapisan budaya yang lebih tua. Fase hunian terakhir, dalam hal ini awal hunian berada dibawah lapisan flow stone. Seluruh lapisan tersebut didukung dengan tinggalan budaya yang berupa artefak yang sekonteks dengan masing-masing hunian yang berlangsung. Di lain pihak, tampak jelas berdasarkan hasil temuan ekskavasi antara Gua Kidang A dengan Gua Kidang AA terjadi pola hunian dengan pengaturan Okupasi. Sampai penelitian tahun 2017 Gua Kidung AA tidak ditemukan rangka manusia. Dan baru pada tahun 2018 ditemukan fragmen tulang manusia di dinding timur kotak U31T49 kedalaman 225 cm dari permukaan tanah. Berdasarkan adanya perbedaan keduanya, tampak terdapat pola hunian dengan pengaturan okupasi antargua. Selain itu kajian geologis melalui proses pembentukan dan alur aliran air menunjukkan Gua Kidang AA tidak terganggu oleh air. Sementara itu, Gua Kidang A sangat terganggu air pada masa tertentu terutama musim basah. Temuan tiga individu Homo Sapiens, menunjukkan bahwa sudah dikenal sistem kubur, setidaknya perlakuan pada mayat.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
ARK - 930.1(930-939) IND O
Penerbit
D.I. YOGYAKARTA : BALAI ARKEOLOGI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA., 2019
Deskripsi Fisik
xvi + 184hlm; 18cm x 25,3cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-19675-8-4
Klasifikasi
ARK - 930.1(930-939)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?