Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of DAMPAK PEMBANGUNAN EKONOMI (PASAR) TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI JAWA BARAT  ( STUD
Penanda Bagikan

Text

DAMPAK PEMBANGUNAN EKONOMI (PASAR) TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI JAWA BARAT ( STUD

DRS. YUGO SARIYUN, MA - Nama Orang;

DAMPAK PEMBANGUNAN EKONOMI (PASAR) TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI JAWA BARAT( STUDI KASUS MASYARAKAT DESA PANGALENGAN DI KECAMATAN PANGALENGAN, KABUPATEN BANDUNG)
Barang-barang yang diperjualbelikan, terutama di Pasar Pangalengan sebagai objek penelitian penulis, merupakan barang-barang sandang, pangan, dan benda-benda lain yang menjadi kebutuhan masyarakat, yaitu barang-barang yang tidak besar, mudah diangkut dan disimpan, serta persediannya dapat di tambah dan dikurangi dengan lambat laun dan sedikit demi sedikit. Hal yang menarik perhatian di Pasar Pangalengan adalah adanya bentuk transaksi sayur-mayur. Pangalengan merupakan penghasil sayur-mayur yang cukup besar dalam partai besar tanpa adanya barang yang ditawarkan di tempat itu. Berkembangnya pasar Pangalengan ini telah menimbulkan dampak terjadinya perubahan di berbagai bidang kehidupan masyarakat sekitar, terutama di bidang ekonomi dan sosial budaya. Perubahan itu meliputi semua aspek ekonomi, baik produksi, distribusi, maupun sistem konsumsinya. Perubahan itu mengarah kepada kemajuan, sehingga secara bertahap, walaupun pelan tetapi pasti, terjadi arus modernisasi di berbagai bidang. Di Pangalengan juga terdapat koperasi, namun kebanyakan dari masyarakat petani kurang berminat ke sana dengan alasan memerlukan banyak waktu untuk mengurus segala sesuatunya. Jadi berbeda dengan membeli di toko Cina, yang di samping bisa mengutang, juga proses pembeliannya tidak berbelit-belit. Dengan adanya peningkatan di bidang ekonomi tersebut, masyarakat Pangalengan pun semakin banyak memerlukan barang-barang yang di produksi orang lain. Akibat meningkatnya kebutuhan produksi, maka meningkat pula kegiatan bekerja mereka. Pengetahuan dan keterampilan untuk berproduksi pun meningkat.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Jawa Barat : DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN., 1994/1995
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2.3(300-31
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?