Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of TRADISI PERANG TIMBUNG DI DESA PEJANGGIK, KECAMATAN PRAYA TENGAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT
Penanda Bagikan

Text

TRADISI PERANG TIMBUNG DI DESA PEJANGGIK, KECAMATAN PRAYA TENGAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT

I MADE SATYANANDA - Nama Orang; GUSTI AYU ARMINI - Nama Orang; A.A. GDE RAI GRIA - Nama Orang; RAJ. RIANA DYAH PRAWITASARI - Nama Orang;

Tradisi Perang Timbung merupakan tradisi yang masih dilaksanakan dan dapat kita jumpai khususnya di kalangan suku Sasak yang ada di Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tradisi ini dilaksanakan dengan melemparkan timbung (sejenis lemang) yang telah dipersiapkan sehari sebelumnya. Dalam tradisi ini masing-masing peserta saling lempar timbung, baik yang ada di atas (komplek makam Serewa) maupun dibawah di pinggir jalan dan berusaha agar lemparannya dapat mengenai sasaran. Tradisi ini dilaksanakan pada bulan 4 menurut penanggalan adat Sasak dan ditandai dengan berbunganya pohon Dangah yang ada di komplek makam Serewa. Timbung adalah ketan berisi santan yang dimasukkan kedalam ruas bambu dimana didalamnya sudah dilapisi dengan daun pisang, dan dibakar sekitar 6-7 jam dan benar-benar matang. Timbung inilah yang nantinya digunakan sebagai sarana utama dalam pelaksanaan tradisi Perang Timbung. Timbung ini tidak dibuat semata-mata untuk keperluan perang saja, melainkan juga untuk dinikmati bersama dan bahkan diberikan kepada pihak yang telah menyumbangkan sangkal. Tradisi ini dilaksanakan sebagai perwujudan rasa bakti dan hormat kepada leluhur, mempererat silaturahmi, dan tidak jarang pula digunakan sebagai ajang untuk mencari jodoh. Bagi masyarakat Pejanggik, perang timbung ini memiliki fungsi ritual, fungsi musyawarah. Tradisi Perang Timbung juga kaya akan nilai yang dapat dipetik dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari seperti nilai syukur, religius, integrasi dan estetika.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
TDK - 394.2 (390-399) IMA T
Penerbit
Bali : KEPEL PRESS., 2019
Deskripsi Fisik
xii + 119hlm; 13,5cm x 19cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-356-282-4
Klasifikasi
TDK - 394.2 (390-399)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?