Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of KISAH PUTROE PHANG DARI ACEH
Penanda Bagikan

Text

KISAH PUTROE PHANG DARI ACEH

SYAMSIAH ISMAIL - Nama Orang; ARYA PERKASA - Nama Orang;

Zaman dulu Aceh punya raja hebat bernama Sultan Iskandar Muda. Beliau memimpin pada tahun 1016-1046 Hijriah. Pada masa pemerintahannya, Kesultanan Aceh mencapai puncak kejayaan. Pada suatu ketika, Sultan Iskandar Muda berhasil menaklukkan Negeri Pahang, Malaysia. Dan akhirnya sekitar 10.000 penduduknya ikut Sultan ke Aceh untuk memperkuat pasukan Sultan. Sultan Iskandar Muda rupanya tertarik dengan seorang puteri dari Pahang yang bernama Puteri Kamaliah. Puteri Kamaliah kemudian dinikahi Sultan Iskandar Muda dan diangkat menjadi permaisurinya. Dari pernikahan ini mereka mendapatkan seorang putra bernama Meurah Pupok. Karena Puteri Kamaliah berasal dari Pahang, rakyat Aceh memanggilnya dengan Putroe Phang. Putroe Phang tidak hanya cantik, tetapi cerdas dan bijaksana dalam memutuskan persoalan. Pada suatu ketika kejadian tragis menimpa anaknya, yaitu melanggar aturan agama Islam, sehingga perbuatannya tidak dapat dimaafkan. Sehingga menyebabkan ia tewas di ujung pedang ayahnya sendiri, meskipun Permaisuri Putroe Phang dengan berurai air mata meminta Sultan tidak menghukumnya. Tidak lama, Putroe Phang pun mangkat. Jenazah di sholatkan di Mesjid Raya Baiturrahman, lalu dibawa ke pemakaman raja-raja di Komplek Keraton Darud Donya. Hidup Sultan sedih tanpa tanpa putra mahkota dan permaisurinya. Raja yang adil, bijaksana dan dicintai rakyatnya itu pun jatuh sakit dan tak lama beliau juga mangkat. Tahta kerajaan kemudian dipegang oleh menantu sekaligus anak angkatnya, Sultan Iskandar Tsani dari Pahang. Kini makam Sultan terletak di komplek Rumoh Aceh.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
CRA - 398.26 (390-399) SYA K
Penerbit
Daerah Khusus Ibukota Jakarta : DIREKTORAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YME., 2019
Deskripsi Fisik
viii + 40hlm; 21,5cm x 28cm;ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-6477-40-8
Klasifikasi
CRA - 398.26 (390-399)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?