Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PENGANTAR SEJARAH INDONESIA BARU :  SEJARAH PERGERAKAN NASIONAL
Penanda Bagikan

Text

PENGANTAR SEJARAH INDONESIA BARU : SEJARAH PERGERAKAN NASIONAL

SARTONO KARTODIRDJO - Nama Orang;

Kehadiran kolonialisme dibumi Indonesia adalah fakta historis yang turut menentukan perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Lebih-lebih untuk menerangkan gerakan nasionalis, kolonialisme adalah causa originalis-nya. Terdapat korelasi terus menerus antara corak politik kolonial dengan sifat nasionalisme, terutama derajat radikalismenya. Akhir abad ke-19 dan awal abad politik ke-20 ditandai oleh perubahan politik kolonial yang terkenal sebagai politik etis. Disamping itu, muncullah gerakan emansipasi yang diawali oleh Kartini, suatu gerakan yang bermuara pada awal gerakan nasionalis, terkenal selanjutnya sebagai Kebangkitan Nasional. Adapun 1942 adalah tahun keruntuhan pemerintahan Hindia Belanda ketika mengadakan kapitulasi terhadap balatentara Dai Nippon. Bersama dengan peristiwa itu berakhirlah gerakan nasionalis, oleh karena penguasa Jepang tidak lagi memberi kesempatan untuk melanjutkan eksistensinya. Jadi 1942 dapat dianggap sebagai tahun tutup usia berbagai organisasi nasionalis. Berakhirlah pula fase pertama nasionalisme Indonesia, yaitu suatu fase sewaktu konsep nation Indonesia dikonstruksi dan proses konseptualisasi diikuti oleh tindak lanjut yag berupa perjuangan untuk merealisasikannya. Perlu ditambahkan disini bahwa tahun 1942-1949 adalah fase perjuangan fisik yang dengan perjuangan bersejarah hendak mempertahankan kemerdekaan bangsa. Masa kini dapat dipandang sebagai fase nasionalisme III (fase konsolidasi nilai-nilai nasionalisme untuk masa datang). Dalam rangka pembangunan bangsa, sejarah, baik sebagai deskripsi-naratif maupun sebagai deskripsi-analitis, berfungsi sebagai landasan bagi pembentukan identitas bangsa. Ini tidak lain karena sejarah sebagai rekonstruksi pengalaman kolektif maupun memberikan legitimasi atas eksistensinya sebagai suatu kesatuan.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SPR - 904.7 (900-909) SAR P
Penerbit
Daerah Istimewa Yogyakarta : OMBAK., 2018
Deskripsi Fisik
xxxvii + 330hlm; 14,5cm x 21cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
602-258-199-0
Klasifikasi
SPR - 904.7 (900-909)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
JILID 2
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?