Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of MATA HARI TERBIT DAN TIRAI BAMBU : PERSAINGAN DAGANG JEPANG-CINA
Penanda Bagikan

Text

MATA HARI TERBIT DAN TIRAI BAMBU : PERSAINGAN DAGANG JEPANG-CINA

NAWIYANTO - Nama Orang;

Buku ini meunjukkan bahwa selama krisis 1930-an dan 1990-an, Jawa menjadi pasar yang diperebutkan antara kepentingan perdagangan impor Jepang dan Cina. Dalam kedua periode sebelum krisis, komunitas bisnis Cina telah menjadi bagian integral perkembangan pasar impor Jawa. Menimbang peranan mereka yag dominan dalam ekonomi Jawa, penetrasi perdagangan impor Jepang pada mulanya yang banyak bersandar pada komunitas Cina dan jaringan mereka dalam memulai kegiatan bisnis. Meskipun peranan Jepang dalam pasar impor Jawa tumbuh secara substansial sebelum krisis 1930-an, kehadiran mereka tidak banyak dipandang sebagai ancaman serius terhadap posisi bisnis Cina. Demikian pula, selama prakrisis 1990-an, komunitas bisnis Cina dan jaringan mereka di Jawa memainkan peranan instrumental dalam memfasilitasi kembalinya perdagangan impor Jepang. Munculnya Jepang sebagai penyuplai utama kebutuhan impor Jawa dan tumbuhnya kehadiran para pedagang Jepang dengan jaringan mereka sendiri segera dirasakan sebagai ancaman bagi para pedagang Cina. Demikian pula krisis 1990-an membawa perubahan radikal dalam perdagangan pasar impor Jawa. Disini Jepang berhasil memperoleh kembali posisi dominan dalam pasar Jawa pada era Orde Baru. Normalisasi hubungan bilateral Indonesia-Cina tidak otomatis menggeser signifikan Jepang bagi Indonesia. akan tetapi sejak krisis 1998 impor dari Cina tumbuh dengan pesat dan segera melebihi impor dari Jepang. Cina akhirnya mengambil alih posisi Jepang sebagai penyuplai terbesar kebutuhan impor Jawa. Dari segi pecundangdan pemenang, dapat dikatakan bahwa dalam krisis 1930-an, perdagangan impor Jepang dan berbagai kepentingan terkait adalah pemenangnya. Akan tetapi, dalam krisis 1990-an, adalah perdagangan impor Cina dan berbagai kelompok kepentingan yang terkaitlah yang menjadi pemenang.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SEK - 900 (900-909) NAW M
Penerbit
Daerah Istimewa Yogyakarta : OMBAK., 2010
Deskripsi Fisik
xi + 148hlm; 14,5cm x 20,8cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
602-8335-44-4
Klasifikasi
SEK - 900 (900-909)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?