Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of MENGADU NASIB DI KEBUN KARET KEHIDUPAN BURUH ONDERNEMING KARET DI ACEH TIMUR, 1907 – 1939
Penanda Bagikan

Text

MENGADU NASIB DI KEBUN KARET KEHIDUPAN BURUH ONDERNEMING KARET DI ACEH TIMUR, 1907 – 1939

MAWARDI UMAR - Nama Orang;

Studi ini membahas tentang komunitas dalam suatu wilayah khusus di Aceh, yaitu komunitas buruh perkebunan karet di Aceh Timur pada masa kolonial. Perkembangan perkebunan karet di Aceh Timur berkaitan erat dengan ekspansi modal Swasta Barat pada awaal abad ke-20. Karena luas dengan penduduk yang jarang menyebabkan ekspansi perkebunan karet di Aceh Timur berkembang sangat cepat. Sedangkan buruh onderneming karet di Aceh Timur adalah buruh migran yang sebagian besar didatangkan dari luar Jawa untuk memenuhi kebutuhan perkebunan karet Swasta Barat yang berkembang pesat sejak tahun 1907. Dan kehadiran mereka ini tidak tersedianya buruh lokal. Berdasarkan suku bangsa dan jenis pekerjaan, buruh migran yang bekerja di Aceh dapat dikategorikan menjadi 3, yaitu buruh Jawa yang umumnya bekerja pada onderneming karet dan pertambangan di Aceh Timur; buruh Cina bekerja pada perkebunan tembakau dan proyek pemerintah; dan suku pribumi lainnya bekerja pada onderneming-onderneming perkapalan dan kehutanan di Sabang dan Simeuleu. Dan ini juga terjadi pada tingkat upah minimum harian. Dengan ikatan kontrak yang mengacu pada koeliordonantie 1880, mereka telah menjadi buruh kontrak yang harus mencurahkan kekuatan fisik untuk keuntungan onderneming dengan upah hanya cukup untuk tetap bertahan hidup. Kontrol buruh dengan koeliordonantie, yang sangat ketat dan pelanggaran terhadapnya dapat berakibat pada hukuman dan tidak jarang pada tindak kekerasan, menjadikan buruh onderneming karet di Aceh Timur tidak punya pilihan selain harus menuruti keinginan perusahaan. Dan menyebabkan terciptanya kemiskinan baru di wilayah ini.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SEK - 900 (900-909) MAW M
Penerbit
BANDA ACEH : BPNB BANDA ACEH., 2015
Deskripsi Fisik
xii + 211hlm. ; 15,3 x 21,4 cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-9457-54-4
Klasifikasi
SEK - 900 (900-909)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?