Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Sejarah Sosial Politik Kerajaan Buol (1828-1942).
Penanda Bagikan

Text

Sejarah Sosial Politik Kerajaan Buol (1828-1942).

HASANUDDIN - Nama Orang;

Kerajaan Buol mempunyai hubungan interaksi dengan kerajaan-kerajaan sekitarnya, khususnya Kerajaan Gorontalo, Limboto, Kaidipang, dan tolitoli. Hubungan interaksi antar-kerajaan lewat komunikasi melalui hubungan perkawinan, perang sampai pada diplomasi telah menciptakan supremasi politik dan proses integrasi di antara kerajaan – kerajaan da unsur-unsur soSial ketiganya. Dalam rangka membangun dan memperkuat hegemoninya Pemerintah Belanda melakukan serangkaian kebijakan politik dan ekonomi dengan mengurangi pengaruh kekuasaan tradisional. Pada tahun 1913, dikeluarkan sistem pemerintahan langsung dengan menghapus jabatan pembesar kerajaan seperti jogugu, kapitan laut, dan Ukumo. Kemudian menerapkan sistem pemerintahan dalam bentuk distrik yang dikepalai marsaoleh. Hal ini menyebabkan terjadinya pergeseran kekuasaan, dan timbulnya elite baru (marsaoleh) yang membawa perubahan orientasi, sikap, dan prilaku. Penelitian ini memperlihatkan bahwa kebijakan Pemerintah Belanda di Buol tidak dapat dipisahkan dari kepentingannya dalam rangka mengurangi peran kekuasaan tradisional dengan menerapkan sistem pemerintahan langsung. Kemudian kebijakan politik dan ekonomi dengan membatasi pengaruh dan kekuasaan madika. Langkah ini diambil dengan memaksa madika menandatangani kontrak. Dari kontrak inilah Belanda mengatur dan mengawasi pemerintahan kerajaan sampai pada penentuan seorang madika. Dominasi Pemerintahan Belanda mmemperlihatkan bukan hanya dalam mengatur pemerintahan tetapi juga dalam monopoli hasil produksi emas sebagai produk utama di Buol. Gejala tersebut memperlihatkan perubahan sosial dalam masyarakat utamanya berhubungan dengan relasi sosial dalam perekonomian. Demikian juga hubungan struktural.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SPO - 900 (900 - 909) HAS S
Penerbit
Manado : KEPEL PRESS., 2014
Deskripsi Fisik
xiv + 118 hlm; 15,1cm x 23cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-356-006-6
Klasifikasi
SPO - 900 (900 - 909)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan Pertama, 2014
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Balai Pelestarian Nilai Budaya Manado
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?