Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of DALIHAN NA TOLU PADA MASYARAKAT BATAK TOBA DI KOTA MEDAN
Penanda Bagikan

Text

DALIHAN NA TOLU PADA MASYARAKAT BATAK TOBA DI KOTA MEDAN

HARVINA - Nama Orang; FARIANI - Nama Orang; DHARMA KELANA PUTRA - Nama Orang; HOTLI SIMANJUNTAK - Nama Orang; DENI SITOHANG - Nama Orang;

Dalihan Na Tolu sebagai tungku kehidupan masyarakat Batak Toba berperan untuk menempatkan posisi setiap individu dalam 3 tungku untuk menopang tatanan hidup kekerabatan masyarakat Batak. Dalam ajaran adat Dalihan Na Tolu ditentukan dengan adanya tiga kedudukan fungsional , yang meliputi 1) Hula-hula; 2) Boru; dan 3) Dongan Tubu. Ketiga inti tersebut merupakan aspek vital dalam ajaran Dalihan Na Tolu. Dalihan Na Tolu memang memiliki peran yang vital dalam adat. Ia dapat berfungsi sebagai penentu posisi adat seseorang dalam bertutur. Dan sudah sepantasnya generasi Muda Batak mengetahui dan mempelajari adat ini dalam proses interaksi mereka. Hal ini dimaksudkan agar kaum muda tidak terjebak dalam pernikahan semarga. Selain itu, agar pada saat mereka berada di luar kampung atau tempat asing lainnya. Dengan itu, dia dapat memperoleh penghidupan dari sesama warga Batak di perantauan. Suatu kelebihan yang dimiliki oleh masyarakat Batak yang tinggal di perantauan bahwa mereka akan memiliki perkumpulan yang mereka sebut dengan naposo bulung (perkumpulan pemuda). Melalui naposo bulung ini para pemuda yang tinggal di kota besar, seperti Medan akan banyak belajar mengenai adat. Ketaatan masyarakat Batak dalam melaksanakan ajaran adat Dalihan Na Tolu memberikan pengharapan kepada masyarakat Batak untuk mencapai nilai hatuaon yaitu konsep kebahagiaan dalam wujud nilai hasangapon (kehormatan) dalam diri orang tersebut.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
UUA - 392.5 (390-399) HAR D
Penerbit
Nanggroe Aceh Darussalam : BPNB ACEH., 2017
Deskripsi Fisik
iv + 98hlm ; 14,6cm x 20,8cm, ILUS.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-9457-71-1
Klasifikasi
UUA - 392.5 (390-399)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?