Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of GERAK TARI DALAM TINJAUAN SEJARAH
Penanda Bagikan

Text

GERAK TARI DALAM TINJAUAN SEJARAH

RISMAWIDIAWATI - Nama Orang; ROSDIANA HAFID - Nama Orang; SIMON SIRUA SARAPANG - Nama Orang;

Buku ini menampilkan tiga jenis tari tradisional yang selama ini tidak dikenal banyak orang dan berasal dari daerah yang berbeda. Adapun ketiga tarian tersebut meliputi, Tari Pajoge Makkunrai berasal dari Kabupaten Bone, tari Kaliboe dari Kabupaten Luwu Timur, dan tari Lumense dari Pulau Kabaena di Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara. Untuk tari Pajoge Makkunrai merupakan salah satu jenis tari yang bersifat hiburan dan lahir di zaman kerajaan. Tarian ini ditampilkan di dalam lingkungan istana, untuk memberikan hiburan kepada anak lelaki bangsawan, olehnya yang menari pula adalah gadis-gadis bangsawan. Tari Kaliboe pada awalnya mempunyai fungsi dan makna sebagai tarian perang yang pada zaman dahulu mengharuskan ada hewan yang dikurbankan. Tari ini memiliki keunikan, yang hanya diiringi oleh permainan gendang dan gong dengan irama dinamis yang disesuaikan dengan langkah kaki. Dalam tari Kaliboe ini, iringan musiknya dapat dipadukan dengan peralatan apa saja, yang penting tercipta suatu keserasian bunyi dan gerak. Peralatan tersebut seperti yang terdapat di dapur yaitu sendok dan gelas. Tari Lumense tumbuh dan berkembang pada masyarakat Moronene di Kabaena dan telah dijadikan sebagai tarian adat, yang selalu ditampilkan pada acara-acara tertentu pada masyarakat pendukungnya. Dahulu tarian Lumense ini selalu dihadirkan dalam acara perkawinan, acara pesta panen padi dan sampai sekarang masih tetap dilaksanakan pada penyambutan tamu, hiburan dan keagamaan. Semua gerakan tari adalah merupakan simbol dari nilai-nilai kehidupan yang berarti ketabahan, kesetiaan dan pengorbanan seseorang. Pada awal perkembangannya tarian Lumense adalah sebagai momentum untuk melaksanakan pemujaan atau sebagai ucapan ritual, di samping juga sering dilaksanakan sebagai penghormatan dan penyambutan acara-acara tertentu. Tarian Lumense pada zaman dahulu hanya dimainkan oleh dua orang, sedangkan sekarang dimainkan oleh sepuluh orang dan telah mengikuti irama gendang.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SKE - 900 (900-909) RIS G
Penerbit
Makassar : PUSTAKA REFLEKSI., 2018
Deskripsi Fisik
xii + 130hlm; 14,8cm x 20,8cm;ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-5887-03-1
Klasifikasi
SKE - 900 (900-909)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?