Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of EKSISTENSI KESENIAN GANDUT DI KALIMANTAN SELATAN
Penanda Bagikan

Text

EKSISTENSI KESENIAN GANDUT DI KALIMANTAN SELATAN

M. NATSIR - Nama Orang; SISVA MARYADI - Nama Orang; MAULIDI NOVIANDRI B - Nama Orang;

Kehidupan kesenian sangat berkaitan erat dengan masyarakat, budaya, dan lingkungan tempat kesenian tersebut berkembang. Kendati pun masyarakat di daerah pedesaan tidak terluput dari pengaruh arus modernisasi, bila dibandingkan dengan masyarakat di daerah perkotaan, mereka relatif masih lebih banyak mencerminkan kebudayaan lokalnya. Salah satu kesenian yang ada di Indonesia yaitu Gandut. Gandut merupakan salah satu kesenian tradisional Banjar yang mirip dengan kesenian ronggeng atau tayub di Jawa. Kesenian ini berkembang di daerah Pandahan Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, yang pada masa itu dikenal sebagai daerah persinggahan pedagang yang ingin bepergian ke pelabuhan di daerah Margasari. Selain itu, daerah Pandahan juga dikenal sebagai tempat berkembangnya beberapa kesenian tradisional yang masih eksis sampai sekarang di Kalimantan. Seni Teater Mamanda, Kuda Gipang, Wayang Kulit, dan Musik Panting adalah kesenian yang berkembang dari Pandahan. Ciri khas kesenian Gandut adalah adanya pagandut yang bisa menari dan menyanyi, saweran dari penonton, penonton bisa menari dengan pagandut, arenanya hanya berupa lapangan yang dikelilingi oleh tari atau kursi penonton, serta empat jenis tarian Gandut yaitu tari Mandung-Mandung, tari Mangandangan, tari Manunggul dan tari Karuncungan. Dalam penampilannya, kesenian ini menampilkan satu penyanyi sekaligus penari dan beberapa orang pemusik. Dulunya gandut ini merupakan kesenian yang sangat populer dan mengalami masa kejayaannya pada tahun 1960-an, akan tetapi sekarang sudah mengalami kemunduran. Salah satu penyebab dari kemunduran kesenian gandut ini adalah kesenian ini dianggap erotis dan bertentangan dengan ajaran agama yang dianut oleh masyarakat Banjar. Pada akhirnya gandut ini mengalami kemunduran dan kemudian muncullah bajapin sebagai sarana hiburan yang mirip dengan gandut.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
RKE - 793.3 (790-799) NAT E
Penerbit
D.I YOGYAKARTA : DIVA PRESS., 2018
Deskripsi Fisik
92hlm ; 15,5cm x 23cm, ILUS.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-391-673-3
Klasifikasi
RKE - 793.3 (790-799)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Eksistensi Kesenian Gandut Di Kalimantan Selatan
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?