Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of KINDAI ETAM VOL 3 NO 1 NOVEMBER JUNI 2017
Penanda Bagikan

Text

KINDAI ETAM VOL 3 NO 1 NOVEMBER JUNI 2017

NIA MARNIATI ETIE FAJARI - Nama Orang; BAMBANG SUGIYANTO - Nama Orang; NUGROHO NUR SUSANTO - Nama Orang; SUNARNINGSIH - Nama Orang; WASITA - Nama Orang; HARTATIK - Nama Orang;

Jurnal Kindai Etam Volume 3 Nomor 1, November 2017 ini mengusung tema “Memaknai dan Melestarikan Jejak Masa Lalu di Kalimantan”. Ada 6 (enam) artikel yang disajikan oleh para peneliti Balai Arkeologi Kalimantan Selatan dengan lokasi situs di Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Adapun 6 (enam) artikel yang tercantum didalam Jurnal Kindai Etam ini meliputi :
1. Diawali dengan tema artefak batu sebagai bukti keberadaan manusia masa lampau dari Rantau Balai di jantung pedalaman Kalimantan Selatan, disajikan oleh Nia Marniati Etie Fajari.
2. Artikel kedua tentang potensi arkeologi prasejarah di Balangan, wilayah barat Pegunungan Meratus yang ditulis oleh Bambang Sugiyanto.
3. Tradisi penguburan di pedalaman Kalimantan Utara, tepatnya di DAS Sesayap, Kabupaten Malinau diuraikan oleh Nugroho Nur Susanto.
4. Dibalik kehidupan yang saling menerima dan menjunjung tinggi toleransi, nenek moyang kita juga telah mengenal prinsip defence, antara lain dengan membangun benteng sebagai upaya pertahanan dari serangan lawan. Sunarningsih mengemukakan keberadaan Kuta Hantapang sebagai benteng pertahanan masyarakat Dayak Ngaju di pedalaman Kalimantan Tengah.
5. Jika konstruksi benteng di pedalaman Kalimantan terbuat dari kayu ulin, kondisi berbeda terjadi pada Benteng Tatas di Banjarmasin yang ditulis oleh Wasita. Benteng Tatas merupakan benteng berkonstruksi bata merah buatan Belanda pada tahun 1806 untuk menempatkan pasukan pengamanan bagi asset-asetnya.
6. Hartatik, penulis terakhir dalam edisi ini yang mengevaluasi mengenai kegiatan verifikasi cagar budaya di Kabupaten Banjar yang sarat dengan keterbatasan data objek yang diverifikasi.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
050 (050-059) NIA K
Penerbit
Kalimantan Selatan : BALAI ARKEOLOGI KALIMANTAN SELATAN., 2017
Deskripsi Fisik
x + 137hlm ; 21cm x 29cm, ILUS.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
2541-1292
Klasifikasi
050 (050-059)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?