Text
BERKALA ARKEOLOGI VOL. 37 NO. 1 MEI 2017
Berkala Arkeologi edisi Mei 2017 ini memuat 6 (enam) artikel dari berbagai peneliti yaitu dari Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta, Balai Arkeologi Bandung, Jurusan Ilmu Arkeologi Universitas Gadjah Mada, dan Jurusan Arkeologi Universitas Udayana. Artikel yang dimuat dalam Vol. 37 ini memiliki tema beragam yang merepresentasikan hasil penelitian arkeologi dari berbagai kurun periodisasi (mulai dari prasejarah, klasik hingga Islam) dan berbagai situs. Adapun artikel yang disajikan dalam edisi kali ini meliputi :
1. Gunadi Kasnowihardjo. Artikel tersebut berjudul “Hasil Ekskavasi Situs Malangsari, Banyuwangi : Data Baru Dolmen di Jawa Timur”. Artikel ini merupakan hasil dari penelitian terkini yang menyumbangkan data baru dalam khasanah budaya megalitik di Nusantara.
2. Putri Novita Taniardi, berjudul “Relasi Sosial Budaya Ata Krowe dan Gunung Mapitara”. Beliau mencoba mengidentifikasi penggunaan budaya materi sebagai simbol yang ada pada tempat tertentu dan mendefinisikan simbol yang berelasi dengan Gunung Mapitara.
3. Sofwan Noerwidi, dengan artikel berjudul “Eksploitasi Fauna di Situs Liangan Temanggung : Kajian Arkeozoologi”.
4. Hafiful Hadi Sunliensyar, artikel yang berjudul “Menggali Makna Motif Hias Bejana Perunggu Nusantara : Pendekatan Strukturalisme Levi-Stauss”, ini mengungkapkan bahwa motif hias yang dituangkan dalam bejana perunggu di nusantara merupakan wujud abstrak dari pandangan hidup, ide-ide dan gagasan. Selain itu juga terungkap adanya dualisme ide dan gagasan yang tertuang dalam motif hias tersebut.
5. Heri Purwanto, mengangkat tulisan yang berjudul “Candi Sukuh Sebagai Tempat Kegiatan Kaum Rsi”. Ia berhasil mengidentifikasi bahwa Candi Sukuh merupakan tempat rsi yang berbentuk mandala kedewaguruan. Selain itu ia juga menguraikan tentang berbagai aktivitas para rsi di Candi Sukuh serta mengidentifikasi beberapa makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh para rsi.
6. Lia Nuralia, mengangkat judul tulisan “Kaligrafi Islam pada Dinding Masjid Kuno Cikoneng Anyer-Banten : Analisis Makna Stilistik”. Artikel ini menerapkan teori semantik untuk mengkaji makna stilistik guna mengungkap perasaan dan tingkah laku para penutur yang tertuang dalam kaligrafi tersebut.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain