Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of INVENTARISASI KARYA BUDAYA TARI SIREH DI DUSUN BUANI, DESA BENTEK, KECAMATAN GANGGA, KABUPATEN LOMBOK UTARA, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Penanda Bagikan

Text

INVENTARISASI KARYA BUDAYA TARI SIREH DI DUSUN BUANI, DESA BENTEK, KECAMATAN GANGGA, KABUPATEN LOMBOK UTARA, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

A. AGUNG GDE RAI GRIA - Nama Orang; RAJ RIANA DYAH PRAWITASARI - Nama Orang; I KETUT SUDHARMA PUTRA - Nama Orang; KADEK DWIKAYANA - Nama Orang; DWI BAMBANG SANTOSA - Nama Orang; DYAH CHRI EKASMARA - Nama Orang;

Tari sireh yang berasal dari Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara ini merupakan tarian yang wajib dilestarikan. Dalam istilah Sasak, tarian yang memiliki tema Memahaq ini berasal dari tradisi memakan daun sirih beserta dengan seluruh kelengkapannya. Durasi yang dimiliki dari tarian sireh ini biasanya tergantung dari permintaan dari si pemesan tarian tersebut, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan. Tarian pembuka dalam tari sireh disebut dengan igelan petembeq menggunakan tarian tumpang tampik. Ciri khas pada bagian ini adalah gerakan tangan menumpang dan menampik yaitu gerakan tangan kanan digerakkan ke atas secara bergantian dengan tangan kiri. Pada bagian isi dalam tarian sireh ini para penari menggerakkan pinggulnya kekanan dan kekiri, dan gerakan tangan kanan dan kiri sambil memegang selendang yang di gerakkan ke depan atau ke atas dengan cara bergantian. Tarian penutup pada tarian sireh disebut dengan igelan penutuq. Pada bagian ini, para penari seolah telah tersadar sepenuhnya akibat mabuk dari buah jol tersebut. Fungsi tari sireh dalam kehidupan masyarakat yaitu sebagai tari pergaulan, sebagai tari penyambutan, dan sebagai tari hiburan. Selain itu, tarian ini juga memiliki fungsi ekonomi/kesejahteraan dan edukatif/pendidikan. Makna tari sireh yang berarti sebuah simbol peringatan atau aturan mengenai cara bergaul di masyarakat desa Bentek, menunjukkan leluhurnya nilai-nilai kemasyarakatan yang dimiliki Indonesia.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
RKE-793.3 (790-799) AGU I
Penerbit
Bali : KEPEL PRESS., 2018
Deskripsi Fisik
xii + 103hlm ; 13,8cm x 19cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-356-218-3
Klasifikasi
RKE-793.3 (790-799)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?