Text
MUHDI AKBAR
Sejak Muhdi Akbar dibubarkan pada tahun 1966 (berdiri sejak 1912 di Selayar), sebab keputusan pemerintah yang menganggap sebagai aliran sesat, para pengikut komunitas ini masih tetap bertahan, khususnya di Kampung Binanga Benteng. Meski demikian, para pengikut Muhdi Akbar diminta memilih untuk masuk ke dalam salah satu agama yang dianut masyarakat Selayar yakni Islam, Kristen dan belakangan muncul pula agama Hindu. Dalam perkembangannya, kendati adanya perbedaan agama yang terdapat dalam komunitas ini, bahkan dalam satu rumah tangga namun tetap terjalin sikap toleransi yang baik diantara mereka.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain