Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of AKTIVITAS NIAGA ANTARA PONTIANAK DAN SINGAPURA TAHUN 1819-1942
Penanda Bagikan

Text

AKTIVITAS NIAGA ANTARA PONTIANAK DAN SINGAPURA TAHUN 1819-1942

ANY RAHMAYANI - Nama Orang; IRFAN NATARSA - Nama Orang;

Hubungan dagang dengan Singapura merupakan konsekuensi letak geografis dan historis yang dekat. Secara historis, Pontianak dibangun oleh seorang Sultan yang memiliki orientasi niaga yang sangat baik. Hubungan niaga Pontianak dan Singapura membentuk beberapa bentuk. Yaitu pola yang terbentuk oleh kongsi pertambangan Tionghoa. Pada periode selanjutnya, pola pertama ini membentuk jaringan perdagangan orang Tionghoa Pontianak dan Singapura yang terikat melalui modal usaha. Hanya sedikit pedagang Tionghoa di Pontianak yang mengeluarkan modal sendiri. Sebagian dari modal didapat dari pedagang-pedagang besar di Singapura. Bentuk kedua hampir sama dengan bentuk pertama hanya pelakunya adalah kapal-kapal pribumi lain terutama kapal Bugis. Bentuk ketiga, sebagaimana yang dilakukan oleh George Windsor Earl ketika melakukan pelayaran niaga dari Singapura ke Singkawang. Ia diarahkan oleh Residen untuk berlabuh di pelabuhan resmi sebelum melakukan kerjasama niaga dengan kongsi yang dimaksud. Bentuk terakhir adalah pola niaga yang terbangun dengan campur tangan pemerintah kolonial dengan jaringan pelayaran KPM. Usaha Belanda untuk menekan hubungan niaga Pontianak dan Singapura, dan Borneo pada umumnya sebenarnya telah dimulai beberapa saat setelah pendirian Singapura. Pemerintah kolonial menganggap bahwa kecendungan inlander ke SIngapura karena pelabuhannya bebas, gratis dan tidak menyukai hal-hal administratif. Namun untuk kasus Pontianak dan Singapura, pemerintah kolonial Hindia Belanda melupakan satu hal penting bahwa jaringan perdagangan antara Pontianak-Singapura dan sekitarnya sudah terbangun lama bahkan menyentuh ke wilyahterdalam di kawasan Borneo.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
KBA - 900 (900-909) ANY A
Penerbit
: KEPEL PRESS., 2017
Deskripsi Fisik
x + 89hlm ; 15cm x 23cm, ILUS.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-356-188-9
Klasifikasi
KBA - 900 (900-909)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • AKTIVITAS NIAGA ANTARA PONTIANAK DAN SINGAPURA TAHUN 1819-1942
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?