Text
UPACARA ADAT BELIATN SUKU DAYAK TUNJUNG (MAKNA SIMBOLIK DAN NILAI BUDAYANYA) DI KABUPATEN KUTAI BARAT, KALIMANTAN TIMUR
Suku Dayak Tunjung yang lebih mengenal dirinya dengan sebutan Suku Tonyooi (tanpa menyebutkan Dayak) hingga saat ini masih sangat mempercayai ritual Beliatn, yaitu pengobatan terhadap orang yang sakit melalui perantara/media roh-roh leluhur mereka yang sudah tiada. Untuk menjembatani permohonan bantuan mereka kepada roh-roh leluhur, suku Tonyooi dalam melakukan ritual Beliatn tersebut akan mempersembahkan sesajian-sesajian yang dikehendaki oleh roh-roh leluhur itu. Melalui media sesajian itu, suku Tonyooi mempunyai keyakinan bahwa roh-roh (roh yang baik dan jahat) tidak akan mengganggu proses penyembuhan melalui seseorang yang sedang sakit. Sesungguhnya di balik proses penyembuhan melalui Beliatn ini mempunyai arti/makna simbolik yang terkandung didalamnya. Demikian juga didalam ritual Beliatn ini mengandung nilai-nilai budaya yang luhur dan mempunyai fungsi tersendiri bagi orang Tonyooi yaitu fungsi penenang batin. Mereka akan merasa tenang apabila ada yang sakit dan sudah selesai melaksanakan ritual Beliatn tersebut.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain