Text
KISAH PEREMPUAN PELESTARI BUDAYA
Masyarakat dayak biasanya mendiami dan beraktivitas didalam dan disekitar hutan pedalaman Kalimantan. Mereka tinggal didalam rumh panjang, yang terbagi menjadi beberapa bilik, tiap satu bilik ditempati satu kepala rumah tangga. Rumah panjang ini selain digunakan sebagai tempat tinggal, juga digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan budaya seperti menenun, mengayam rotan dan bamboo, merangkai batu-batu manik untuk perhiasan serta aktivitas lainnya. Disinilah nilai-nilai seni tumbuh dan berkembang sampai saat ini. Dari selembar kain tenun ikat dayak perempuan penenun ikat dayak memperoleh banyak manfaat, kawan, ilmu, pengalaman, cerita, pengorbanan, kebahagiaan, keberhasilan, kepercayaan, pengakuan dan materi untuk untuk memenuhi kebutuhan hidup serta cinta kasih antara sesama. Kegiatan pendokumentasian kisah-kisah sukses perempuan penenun ikat Dayak Desa ini diikuti sebanyak 24 orang, berasal dari empat desa, yaitu Ensaid Panjang (4 orang), Baning Panjang (5 orang), Ransi Panjang (5 orang), dan Umin Jaya (10 orang). Mereka diantaranya Juliana Dadu, Teresia Sudan, Erasma M, Victoria Lusina, Kartiani.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain