Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of MAKNA TEMPAT PETILASAN DAN SAJEN DALAM TRADISI PERANG OBOR DI TEGALSAMBI TAHUNAN KABUPATEN JEPARA
Penanda Bagikan

Text

MAKNA TEMPAT PETILASAN DAN SAJEN DALAM TRADISI PERANG OBOR DI TEGALSAMBI TAHUNAN KABUPATEN JEPARA

MUDJIJONO DAN ISNI HERAWATI - Nama Orang;

Perang obor sudah dilaksanakan tiap tahun di Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara. 35 hari sebelum penyelenggaraan upacara perang obor masyarakat mengadakan ritual atau barikan ke makam leluhur dan menggunakan sajen untuk persembahan. Persiapan perang obor dimulai dengan kerja bakti membersihkan makam dan petilasan yang ada di wilayah Desa Tegalsambi, terutama yang berkaitan dengan perang obor. Pada waktu yang telah ditentukan, masyarakat dan perangkat desa mangadakan barikan atau selamatan untuk berdoa bagi keselamatan warga dan perangkat desa. Selesai acara tersebut selalu dilakukan makan bersama atau dhahar kembul. Perang obor dilaksanakan tidak lebih dari satu jam, dengan pemain sebanyak 30 orang dan menghabiskan sekitar 300 buah obor. Obor dibuat dari klaras dan blarak. Tiap obor yang disulut harus sampai habis. Secara umum para pelibat perang obor terdiri dari masyarakat yang menyediakan sarana, sajen dan perlengkapan lainnya. Unsur dominan dalam prosesi perang ini diantaranya sajen, makam dan petilasan. Makna secara umum yang dapat dipetik dari kajian tentang sajen dan petilasan yang terkait perang obor adalah adanya struktur sosial dan struktur ekonomi. Jauh dari sebelum puncak acara perang obor di makam atau petilasan yang terkait dengan Desa Tegalsambi dilakukan slamatan. Slamatan ini dilakukan secara berurutan dari makam mbah Tegal yang dianggap sebagai cikal bakal desa. Makna lain yang terkandung dalam perang ini adalah sportivitas. Walaupun dalam kehidupan sehari-hari ada pemain obor sebagai lawannya, mereka tidak boleh berseteru. Artinya setelah perang obor usai diantara mereka saling berjabat tangan dan langsung bertegur sapa.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Jawa Tengah : BPNB D.I YOGYAKARTA., 2017
Deskripsi Fisik
103
Bahasa
ISBN/ISSN
978-979-8971-77-8
Klasifikasi
TDK - 399 (390-399)
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?