Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PERTAMBANGAN MINYAK DAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT : PENGELOLAAN PENAMBANGAN DI WONOCOLO TAHUN 1960-2017
Penanda Bagikan

Text

PERTAMBANGAN MINYAK DAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT : PENGELOLAAN PENAMBANGAN DI WONOCOLO TAHUN 1960-2017

YUSTINA HASTRINI NURWANTI, SRI RETNA ASTUTI, AGUSTINUS DARTO HARNOKO - Nama Orang;

Dapat dikatakan hampir seluruh penduduk di Desa Wonocolo bekerja dalam bidang pertambangan minyak tradisional. Pekerjaan tersebut diantaranya sebagai penambang, tengkulak minyak mentah, penyuling minyak, tengkulak minyak tanah/solar, parengkek hingga penjual sisa pembakaran/kerak. Kegiatan ini sudah dilakukan sejak pemerintahan Kolonial Belanda. Namun dibuku ini hanya membahas dua periode yaitu masa Mbah Wattah Wartosentono yang belum ada campur tangan pemerintah dan masa adanya KUD sebagi mitra kerja pemerintah (Pertamina). Pada periode pengelolaan di tangan Lurah Wattah Wartosentono, terkait penentuan kebijakan akses terhadap sumur, proses produksi dan pemasaran lantung, upah, distribusi hasil penambangan berada di tangan Lurah Wattah Wartosentono. Terbitnya SK Menteri Pertambangan dan Energi No. 0714 K/30/M.PE/88 tentang Pola Penanganan Tambang Minyak di Desa Wonocolo menjadikan pengelolaan di tangan pemerintah melalui Pertamina yang bermitra kerja dengan KUD. Kebijakan tersebut membatasi akses masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya minyak sebagai tumpuan kehidupan. Peralihan tata kelola sumur-sumur tua, dirasakan oleh petani tambang semakin memperkecil jumlah pendapatan yang diterima oleh petani tambang, dan rendahnya imbal jasa ini membuat petani tambang mengambil inovasi tindakan yang bertentangan dengan ketentuan yang ada. Dikarenakan adanya keharusan bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan ekonomi produksi sumur minyak dan kebutuhan rumah tangga. Jalan yang ditempuh penambang untuk mencukupi kebutuhan dengan melakukan penyulingan secara mandiri dan pengurangan jumlah produksi ke KUD.  


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SKE - 900 (900-909) YUS P
Penerbit
Jawa Timur : BPNB D.I YOGYAKARTA., 2017
Deskripsi Fisik
132hlm; 16cm x 23cm;
Bahasa
ISBN/ISSN
978-979-8971-74-7
Klasifikasi
SEK - 900 (900-909)
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?