Text
DARI DAN UNTUK MANGKUNAGARAN : MOSAIK-MOSAIK KEHIDUPAN SUYATI TARWO SUMOSUTARGIO SEBAGAI PENARI ISTANA
Suyati Tarwo Sumosutargio merupakan pejuang seni terutama tari tradisi, sejak berusia sepuluh tahun pada masa Mangkunagara VII beliau mulai belajar menekuni tari di Pura Mangkunagaran. Kecintaannya pada tari tidak disangsikan lagi, hal ini dapat dilihat dari kesetiaannya mengabdi pada Raja Mangkunagaran sebagai abdi dalem di Kemantren Langenpraja. Sosok Suryati Tarwo Sumosutargio adalah seorang pribadi yang pendiam, sederhana, tekun dan berjiwa pendidik sebagai guru tari. Banyak tari tradisi Gaya Mangkunagaran yang dikuasainya mulai tari golek, gambyong, pangkur hingga bedhaya. Sampai sekarang beliau masih setia dengan profesinya itu sebagai pengajar tari di Pura Mangkunagaran. Ia tidak menghendaki apabila traian tradisi warisan leluhur itu sirna tergilas oleh zaman. Sebagai penari dan guru tari, ia tetap setia mengabdikan dirinya hanya di Pura Mangkunagaran. Hal itu ditunjukkan dengan kesetiaannya di setiap hari Rabu hadir untuk pisowanan bersama para abdi dalem yang lain. Karena kesetiannya mengabdi di Pura Mangkunagaran, Suyati dianugerahi nama jabatan oleh penguasa Mangkunagaran. Sejak masih bergelar Bei hingga sekarang ini mencapai tingkat sebutan Kanjeng, sehingga namanya menjadi K.R.Ngt.T. Suyati Tarwo Sumosutargio. Dengan demikian baliau layak dikatakan dan disebut sebagai penari sejati, karena selama hidupnya tidak pernah beralih profesi, dan tetap mengabdi pada dunia tari khususnya tari Gaya Mangkunagaran.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain