Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PELESTARIAN KESENIAN RENGGANIS : STUDI KASUS GRUP LANGEN SEDYA UTAMA DI DUSUN KRAJAN, DESA CLURING, KECAMATAN CLURING KABUPATEN BANYUWANGI, JAWA TIMUR
Penanda Bagikan

Text

PELESTARIAN KESENIAN RENGGANIS : STUDI KASUS GRUP LANGEN SEDYA UTAMA DI DUSUN KRAJAN, DESA CLURING, KECAMATAN CLURING KABUPATEN BANYUWANGI, JAWA TIMUR

WAHJUDI PANTJA SUNJATA - Nama Orang; SUKARI - Nama Orang;

Seni pertunjukan Rengganis oleh masyarakat Banyuwangi dikenal dengan nama Praburara, bahkan ada juga yang menyebutnya Umarmaya. Seni pertunjukan ini dalam tampilannya merupakan bentuk akulturasi, asismilasi dan kolaborasi yang anggotanya terdiri dari gabungan beberapa jenis seniman seperti wayang orang, kethoprak, ludruk, janger/damarwulan, ande-ande lumut, gandrung dan lainnya. Dalam perkembangannya, sekitar tahun 1933 muncul gagasan untuk membuat suatu organisasi seni di Desa Cluring dengan nama Langen Sedya Utama. Dalam pertunjukannya khusus menampilkan cerita atau lakon bersumber dari cerita Serat Menak, yang penampilannya mirip dengan wayang orang. Tampilan ini dapat dilihat waktu pertunjukan dari gerak, struktur dramatik, penokohan, iringan, rias busana, vokal dan dialog. Bahasa yang digunakan bahasa Jawa krama inggil, krama madya, ngoko, bahasa Using (Banyuwangen). Struktur dramatiknya struktur wayang dengan seorang dhalang, gaya aktingnya menganut wayang orang dan kethoprak. Kondisi seni pertunjukan Rengganis Grup Langen Sedya Utama mengalami keemasan sekitar tahun 1980-an. Pada tahun 2000-an sudah mulai menurun dan jarang mendapat tanggapan tampil atau pentas. Kemudian kondisi akhir-akhir ini lebih jarang tampil, dalam satu tahunnya hanya bisa 2-3 kali pentas. Ada beberapa faktor yang menyebabkan menurunnya kesenian ini diantaranya pengaruh kesenian lain seperti janger, pengaruh kondisi ekonomi masyarakat. Meskipun adanya hambatan tersebut, seni pertunjukan ini tidak hanya sekedar diciptakan dan dinikmati tetapi perlu dilindungi dan dilestarikan. Upaya pelestarian ini tentu saja perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik itu dari masyarakat penikmat kesenian rengganis maupun pemerintah. 


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
RKE - 791.5 (790-799) WAH P
Penerbit
DIY YOGYAKARTA : BPNB YOGYAKARTA., 2017
Deskripsi Fisik
xiv + 108hlm ; 16cm x 23cm, ILUS.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-8971-76-1
Klasifikasi
RKE - 791.5 (790-799)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?