Text
SISTEM PENGENDALIAN SOSIAL TRADISIONAL DESA TIANG TANJUNG PROPINSI KALIMANTAN BARAT
SISTEM PENGENDALIAN SOSIAL TRADISIONAL DESA TIANG TANJUNG PROPINSI KALIMANTAN BARAT
Di dalam masyarakat tradisional seperti di desa Tiang Tanjung, pendidikan tradisional mempunyai tujuan untuk memenuhi kepentingan-kepentingan nyata seperti : sopan santun pergaulan, sikap hormat terhadap orang yang lebih tua, keterampilan berladang, bekerja sama, memahami religi dan sebagainya.Nilai-nilai moral ditanamkan kepada anak-anak sejak awal agar setelah dewasa berpikiran, bersikap dan bertingkah laku seperti yang dikehendaki oleh tradisi. Sungguhpun demikian, dewasa ini sangat sedikit anak-anak muda yang memahami mitos-mitos dan syair-syair yang didendangkan oleh para pemuka adat. Kerukunan dan kesatuan sosial selama ini dapat terbina dengan baik karena faktor genealogis dan teritorial sebagaimana telah diungkapkan di muka. Selanjutnya faktor bahasa lokal yaitu bahasa Kendayan merupkan unsur kebudayaan yang mempermudah menyatukan pandangan-pandangan cita-cita. Sederetan faktor yang merubahnya dapat diungkapkan : Pendidikan sekolah yang semakin merata, ajaran-ajaran agama besar yang menyusup mengganti kepercayaan kuno, program-program pembangunan daerah yang memperoleh tempat bertijak di desa-desa dan sebagainya.Semua faktor itu akan menggeser identitas tradisi dan adat yang telah menjalani sejarah panjang dari generasi ke generasi. Pada gilirannya, kebudayaan asli yang telah diawetkan berabad-abad akan hilang terlebur ke dalam kebudayaan nasional yang sedang mencari bentuknya. Atau mungkin juga unsur-unsur kebudayaan tradisional masih dapat dilestarikan tetapi masing-masing telah lepas dari konteknya dengan kebudayaan asli.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain